
Jakarta, CNBC Indonesia – Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu (30/9/2026) sore. Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut terjadi pada pukul 15.31 WIT.
Dalam laporan yang dirilis melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu letusan teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak, atau berada di ketinggian 1.525 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara,” tulis Pos Pengamatan Gunungapi Ibu dalam laporan resminya, dikutip Rabu (30/9/2026).
Letusan ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dan durasi gempa letusan berlangsung selama 53 detik.
Status dan Rekomendasi Keselamatan
Saat ini, Gunung Ibu masih berada pada Status Level II (Waspada). Guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan:
-
Zona Merah: Masyarakat di sekitar Gunung Ibu serta pengunjung maupun wisatawan dilarang beraktivitas di dalam radius 2 kilometer, serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.
-
Antisipasi Abu Vulkanik: Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk mengenakan masker (pelindung hidung dan mulut) serta kacamata untuk melindungi mata.
-
Imbauan Kamtibmas: Seluruh pihak diminta untuk menjaga kondusivitas suasana di tengah masyarakat, tidak menyebarkan berita bohong (hoax), serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada arahan resmi dari Pemerintah Daerah.
-
Koordinasi Pemda: Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diimbau untuk senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici guna memperoleh informasi aktivitas vulkanik terkini.
(fab/fab)
Leave a comment