Home Finance IHSG Tiba-Tiba Ambruk 0,83% ke Level 6.071, Ada Apa?
Finance

IHSG Tiba-Tiba Ambruk 0,83% ke Level 6.071, Ada Apa?

Share
IHSG Tiba-Tiba Ambruk 0,83% ke Level 6.071, Ada Apa?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba terkoreksi dalam pada perdagangan hari ini Rabu (30/9/2026). Setelah sempat lompat di awal sesi, IHSG ditutup anjlok 0,83% atau 50,56 poin ke level 6.071,14 pada akhir sesi.

Indeks tercatat masih bergerak fluktuatif dengan spread hingga 116 poin dengan level tertinggi hari ini tercatat di 6.187 dan level terendah di 6.071.

Aktivitas perdagangan terpantau masih relatif sepi, dengan volume perdagangan 30,11 miliar saham, total nilai transaksi sekitar Rp 14,01 triliun dan berpindah tangan 1,80 juta kali.

Pelemahan IHSG hari ini tertekan kinerja sektor konsumer primer yang turun 2,34%, disusul oleh sektor teknologi yang turun 0,95%, dan sektor energi yang naik 0,75%.

Adapun saham-saham yang membebani kinerja IHSG hari ini antara lain, PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT. Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Pada perdagangan hari ini, pelaku pasar dalam negeri masih akan dihadapkan pada berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

Pelemahan harga minyak mengurangi tekanan pasar, tetapi pernyataan hawkish The Fed bisa membuat investor cemas. Pasar global juga menunggu dua kabar penting dari AS hari ini yakni inflasi PCE dan data pertumbuhan ekonomi.

Harga minyak dunia melemah pada Selasa (29/9/2026), seiring pemulihan ekspor minyak Timur Tengah meredakan kekhawatiran pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Minyak Brent turun 2,6% menjadi US$102,59 per barel, sedangkan WTI merosot 3,5% ke US$89,38 per barel. Meski terkoreksi, Brent masih menuju kenaikan bulanan sekitar 13% dan WTI sekitar 4%.

Sentiman lainnya, investor juga menyoroti, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams yang menyatakan The Fed masih memiliki waktu untuk mencermati data ekonomi sebelum kembali menaikkan suku bunga. Namun, satu kenaikan tambahan kemungkinan diperlukan sebelum akhir 2026.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan IHSG dan rupiah masih merupakan dinamika pasar yang perlu dilihat dalam perspektif jangka menengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia disebut terus memantau pergerakan nilai tukar, sementara di pasar saham BEI juga telah kembali mengaktifkan transaksi short selling sejak 15 September 2026.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *