
Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang tidak terkendali dapat memicu bencana besar hingga menyebabkan satu miliar kematian.
Ia pun mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) memperketat pengawasan terhadap pengembangan teknologi tersebut.
Dalam wawancara dengan NBC, Gates mengatakan pengembangan AI membutuhkan pengawasan dari penegak hukum dan politisi. Menurutnya, mekanisme pengaturan mandiri oleh industri tidak cukup.
“Anda membutuhkan penegak hukum dan politisi untuk terlibat dalam pembahasan mengenai seperti apa perlindungan dan pemantauannya. Dan itu menjadi sebuah keharusan,” ujar Gates, dikutip dari The Guardian, Selasa (29/9/2026).
Gates juga memperingatkan AI dapat menjadi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan orang dengan niat buruk.
“Tidak pernah ada senjata yang sekuat kombinasi orang dengan niat buruk yang menggunakan alat AI terbaru,” katanya.
Ia menilai pemerintah perlu membuat aturan pengamanan tanpa memperlambat perkembangan industri secara drastis.
Gates menyebut regulasi memang akan menjadi tambahan beban bagi industri, tetapi tidak seharusnya menghentikan inovasi.
Gates juga menilai keberadaan kill switch atau tombol untuk mematikan AI tidak cukup sebagai pengaman. Menurutnya, teknologi saat ini memang belum mampu mengambil alih komputer secara mandiri dan mencegah dirinya dimatikan, sehingga pembahasan mengenai kill switch saja tidak menyelesaikan persoalan pengawasan AI.
Peringatan tersebut sejalan dengan kekhawatiran sejumlah tokoh teknologi dan politik mengenai risiko AI. Gates sebelumnya juga menerbitkan esai pada Agustus yang memperingatkan potensi dampak mematikan AI dalam skala besar.
(dem/dem)
Leave a comment