
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Oktober 2026. Mayoritas dari kategori batu bara mengalami penurunan harga pada periode pertama Oktober 2026 dibandingkan periode kedua September 2026.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.384.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Pertama Bulan Oktober Tahun 2026, HBA untuk batu bara kategori II mengalami peningkatan menjadi US$ 63,45 per ton dari sebelumnya US$ 63,17 per ton pada periode kedua September 2026.
Sementara tiga jenis kategori batu bara lainnya justru mengalami penurunan harga.
Ditetapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 30 September 2026, Keputusan Menteri ESDM ini berlaku efektif sejak 1 Oktober 2026.
“Pada periode pertama Oktober 2026 ini, tren harga komoditas batu bara secara umum mengalami koreksi/penurunan tipis jika dibandingkan dengan periode kedua September 2026,” tulis akun Instagram @ditjenminerba, Kamis (1/10/2026).
Berikut daftar HBA Pertama Oktober 2026:
Pertama, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 12,26%, Total Sulphur 0,66%, dan Ash 7,94 pada periode pertama Oktober 2026 ditetapkan sebesar US$ 122,52 per ton, turun dari periode kedua September 2026 sebesar US$ 123,54 per ton.
Kedua, untuk HBA I dengan kesetaraan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, sulphur 0,75%, dan ash 6,04% periode pertama Oktober 2026 ditetapkan sebesar US$ 90,60 per ton, turun dari yang sebelumnya US$ 93,94 per ton pada periode kedua September 2026.
Ketiga, untuk HBA II dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, sulphur 0,23%, dan ash 3,9% periode pertama Oktober 2026 ditetapkan sebesar US$ 63,45 per ton, naik dari sebelumnya US$ 63,17 per ton pada periode kedua September 2026.
Keempat, untuk HBA III dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, sulphur 0,24%, dan ash 3,88% periode pertama Oktober 2026 ditetapkan US$ 43,84 per ton, turun dari periode kedua September yang ditetapkan US$ 44,53 per ton.
(pgr/pgr)
Leave a comment