Home Finance Mahasiswa Geruduk Gubernur Sumsel Herman Deru, Beri Kartu Merah!
Finance

Mahasiswa Geruduk Gubernur Sumsel Herman Deru, Beri Kartu Merah!

Share
Mahasiswa Geruduk Gubernur Sumsel Herman Deru, Beri Kartu Merah!
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) memberikan kartu merah kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Kartu diberikan terkait dengan penanganan karhutla hingga Palembang diselimuti kabut asap.

Kartu merah tersebut diberikan sebagai bentuk kritik mahasiswa terhadap kondisi udara di Sumatera yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Mereka juga menyoroti persoalan kabut asap yang disebut sudah dirasakan masyarakat selama berbulan-bulan.

“Kami memberi kartu merah kepada Gubernur Sumsel Herman Deru. Hari ini udara di Sumatera berbahaya. Sudah sekian bulan kita sudah merasakan ini dan sudah tidak ada tindak lanjut,” kata Presiden Mahasiswa Unsri Muhammad Gebri saat menyampaikan orasi di halaman kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Senin (5/10/2026).

Menurut Gebri, mahasiswa menilai berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat belum mendapat tindak lanjut dari pemerintah.

“Semua yang kami rasakan tidak ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Dia kemudian mempertanyakan sampai kapan kondisi tersebut akan dibiarkan. Gebri khawatir jika tidak segera ditangani, Sumsel akan terus diselimuti asap.

“Kalau ini dibiarkan terus menerus, haruskah Sumsel ini hitam dikepung asap?” tegasnya.

Gebri mengatakan, aksi tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk menyampaikan kritik, tetapi juga karena mahasiswa masih peduli terhadap kondisi Sumatera Selatan.

“Kami tidak mau, Pak. Kami peduli dengan Sumatera Selatan dan kami hadir hari ini untuk menyampaikan aspirasi,” pungkasnya seperti dikutip detik.com.

Melalui akun Instagram resminya, Herman menyampaikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi musibah ini. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan hasil terbaik dalam menangani karhutla dan melindungi masyarakat. Terkhusus, sejak ditetapkan Sumsel siaga karhutla 22 April 2026.

Menurut Herman, sekitar 12 ribu personel Satgas Karhutla terus bekerja di lapangan, didukung helikopter untuk penanganan dan pemadaman. Pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca dan potensi awan hujan sebagai dasar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“OMC di Sumsel telah dilakukan sejak Mei 2026 dan terus diupayakan ketika kondisi atmosfer memungkinkan. Pelaksanaannya sangat bergantung pada keberadaan dan pergerakan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian berdasarkan analisis BMKG,” kata Herman.

Terkait bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk penanganan karhutla, Herman bilang penggunaannya tentu tidak dapat dilakukan seperti menggunakan uang pribadi. Penggunaannya harus mengikuti mekanisme pengadaan, petunjuk teknis, serta ketentuan yang berlaku dari pusat agar seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk kegiatan belajar mengajar, sejak 31 Agustus telah disampaikan edaran terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi karhutla. Pelaksanaan PJJ maupun pembelajaran tatap muka didelegasikan kepada satuan pendidikan untuk mengambil kebijakan sesuai kondisi lingkungan dan keselamatan peserta didik.

“Terkait penegakan hukum, perlu ditegaskan bahwa proses pembuktian dan penindakan terhadap pelaku merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan instansi yang berwenang. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dan menunggu hasil proses tersebut,” kata Herman.

Untuk perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, dia mengaku telah memberikan instruksi kepada kepala daerah yang memiliki kewenangan perizinan untuk menindaklanjuti hingga pencabutan izin telah dilakukan.

“Apabila izinnya berada di tingkat provinsi, izinnya segera kita proses untuk cabut. Apabila kewenangannya berada di pemerintah pusat, Pemprov Sumsel akan memberikan rekomendasi kepada BPN sesuai kewenangannya,” ujar Herman.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila berbagai upaya yang dilakukan pemerintah masih dinilai belum maksimal. Namun, kami akan terus bekerja, berkoordinasi, dan melakukan evaluasi agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih baik.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama dalam mencegah dan menangani karhutla,” kata Herman.

“Kita berdoa agar musibah ini segera berlalu dan senantiasa berikan semangat dan dukungan kepada para relawan yang turun langsung memadamkan Karhutla dimanapun ia berada. Jaga alam kita, jaga lingkungan kita, karena lingkungan yang kita jaga hari ini adalah untuk kebaikan kita bersama.”

[Gambas:Instagram]

(miq/miq)

[Gambas:Video CNBC]



Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *