
Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa chip semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, membuat gebrakan yang mengubah aturan dunia kerja. Perusahaan penghasil chip memori utama bagi kecerdasan buatan atau AI ini secara resmi menghapus syarat wajib memiliki gelar sarjana S1 dari seluruh proses rekrutmennya. Siapa pun kini dapat melamar, yang dinilai bukan kertas ijazah melainkan kemampuan nyata dan potensi berkembang, dikutip Rabu (7/10/2026).
Langkah ini diambil karena perusahaan menilai di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, gelar pendidikan saja tidak lagi menjadi ukuran yang tepat atas kemampuan seseorang. SK Hynix merupakan pemasok utama chip memori pita lebar atau HBM yang menjadi tulang punggung sistem kecerdasan buatan buatan Nvidia, sehingga posisi yang ditawarkan berkaitan langsung dengan teknologi paling dicari saat ini.
Mulai dari penerimaan yang dibuka Juni lalu, kalimat “terbuka bagi pelamar dengan gelar sarjana empat tahun atau lebih tinggi” dihapus dari seluruh daftar lowongan. Pelamar dinilai berdasarkan keterampilan, pengalaman, serta kesesuaian dengan budaya kerja perusahaan. Kebijakan ini berlaku untuk semua posisi, termasuk pengembangan desain chip generasi mendatang.
Perubahan ini sangat terasa di Korea Selatan, negara yang dikenal sangat mengutamakan latar belakang pendidikan formal. Data OECD menunjukkan 71% penduduk usia 25-34 tahun di sana menyelesaikan pendidikan tinggi, persentase tertinggi di antara negara-negara maju. Namun tingginya gelar ternyata tidak menjamin ketersediaan pekerjaan, karena banyak lulusan yang keahliannya tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
Chairman SK Group, Chey Tae-won, menyatakan kualitas tenaga kerja masa depan tidak bisa diukur dari ijazah semata. Ia menggarisbawahi tiga kemampuan yang lebih penting: kemampuan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan cepat, serta kemampuan bekerja sama lintas latar belakang. “Dalam lingkungan yang berubah sangat cepat, daya saing sulit diukur hanya melalui gelar atau kualifikasi standar,” ujar perwakilan perusahaan.
Minat melamar ke SK hynix sendiri sangat tinggi. Perusahaan ini menempati peringkat pertama sebagai tempat kerja impian mahasiswa di Korea Selatan.
Salah satu alasannya adalah imbalan yang sangat menarik. Tahun lalu, setelah mencetak rekor laba, perusahaan membagikan bonus kinerja mencapai 2.964% dari gaji pokok bulanan. Artinya, karyawan dengan gaji sekitar 100 juta won per tahun bisa menerima bonus tambahan sebesar 148 juta won, setara Rp1,7 miliar, dalam satu kali pembagian.
Langkah ini juga didorong kebutuhan tenaga kerja yang besar. Tahun lalu SK Hynix merekrut lebih dari 2.000 orang baru meski pasar kerja umum sedang melambat. Dengan menghapus syarat gelar, perusahaan berharap dapat menjangkau bakat-bakat yang sebelumnya tersisih hanya karena tidak memiliki ijazah tertentu.
(dem/dem)
Leave a comment