
Jakarta, CNBC Indonesia – Kualitas sistem pendidikan tak hanya tercermin dari nilai ujian, tetapi juga dari akses, keberlanjutan sekolah, dan keamanan lingkungan belajar.
Perbedaan tersebut tercermin dalam World Top 20 Education Ranking, yang menilai sistem pendidikan berdasarkan sejumlah indikator.
World Top 20 menggunakan sejumlah indikator. Jadi, peringkat rendah tidak berarti seluruh aspek pendidikan suatu negara buruk. Posisi tersebut merupakan hasil gabungan berbagai indikator pendidikan.
Dari 10 negara dengan peringkat terendah, tujuh berasal dari Afrika, yakni Gabon, Guinea-Bissau, Angola, Zambia, Republik Demokratik Kongo, South Sudan dan Somalia.
Dominasi tersebut tidak terlepas dari persoalan pada sejumlah indikator dasar pendidikan. Negara-negara yang berada di posisi terbawah umumnya menghadapi tantangan dalam akses pendidikan, tingkat penyelesaian sekolah, lama pendidikan, serta kondisi keamanan dan kapasitas sekolah.
Pada negara seperti South Sudan dan Somalia, misalnya, persoalan pendidikan juga berkaitan dengan kondisi sosial dan keamanan yang dapat menghambat anak untuk masuk dan bertahan di sekolah. Sementara itu, rendahnya kapasitas sistem pendidikan tercermin melalui indikator seperti anak yang berada di luar sekolah dan terbatasnya ketersediaan pendidikan.
Artinya, posisi negara-negara Afrika tersebut di kelompok terbawah bukan semata karena kemampuan akademik siswa, tetapi juga karena fondasi sistem pendidikannya belum mampu memberikan akses dan keberlanjutan pendidikan secara luas.
Indonesia Berada di Peringkat 67
Indonesia berada di peringkat ke-67 dalam World Top 20 Education Ranking.
Dalam profil Indonesia, lama harapan bersekolah tercatat 12,9 tahun, sementara investasi pemerintah untuk pendidikan sebesar 4%. Tingkat keamanan sekolah berada di posisi 12 dari 15.
Dari sisi penyelesaian pendidikan, Indonesia mencatat capaian yang cukup tinggi pada pendidikan dasar, dengan primary school completion rate mencapai 100%. Namun, angka tersebut turun menjadi 91,19% pada pendidikan menengah dan 83% untuk kelulusan SMA.
Menariknya, kelulusan perguruan tinggi Indonesia mencapai 26%, sudah melampaui target 2030 sebesar 20%. Namun, masih terdapat tantangan dalam menjaga keberlanjutan pendidikan setelah jenjang dasar, terlihat dari penurunan completion rate pada pendidikan menengah hingga SMA.
Dengan demikian, posisi Indonesia di peringkat 67 menunjukkan sistem pendidikan nasional sudah berada jauh dari kelompok terbawah, tetapi masih memiliki ruang perbaikan terutama dalam partisipasi pendidikan, keberlanjutan sekolah, dan kualitas hasil pembelajaran.
(dag/dag)
Leave a comment