Home Finance Hati-Hati Contek ChatGPT, Uni Eropa Mau Pasang Jebakan Batman Duluan
Finance

Hati-Hati Contek ChatGPT, Uni Eropa Mau Pasang Jebakan Batman Duluan

Share
Hati-Hati Contek ChatGPT, Uni Eropa Mau Pasang Jebakan Batman Duluan
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Akal imitasi (AI) memberikan kemudahan untuk membuat berbagai konten. Mulai dari gambar dan audio hingga tulisan yang menyerupai buatan manusia.

Konten visual buatan AI seperti gambar, video, dan konten audio mungkin mudah diidentifikasi. Tetapi, teks buatan AI lebih sulit dideteksi.

Tidak lama lagi, teks buatan AI dapat meninggalkan “jejak”. Induk ChatGPT, OpenAI, menyiapkan teknologi baru yang memungkinkan teks hasil AI dideteksi memakai sistem pendeteksi khusus.

Melansir Channel News Asia (CNA), OpenAI telah memperkenalkan watermark untuk teks yang dihasilkan oleh ChatGPT dan Codex, dan akan diluncurkan perdana di Eropa karena adanya EU AI Act. Kebijakan tersebut mewajibkan penyedia AI membuat teks hasil generasi AI dapat diidentifikasi dalam format yang bisa dibaca mesin.

Makq demikian, dalam beberapa pekan ke depan, OpenAI akan mengimplementasikan watermark tak kasatmata ke output teks ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di Uni Eropa. Pelanggan API di seluruh dunia nantinya mendapatian opsi untuk mengaktifkan watermark teks pada sejumlah model tertentu.

Perusahaan startup AI itu juga mulai membuka pendaftaran untuk mendapatkan akses ke detektor watermark teks miliknya. Tahapan awalnya, akses tersebut akan dibatasi untuk peneliti dan organisasi ahli yang telah disetujui guna membantu menguji teknologi ini.

OpenAI menerangkan bahwa teknologi watermark miliknya yang dinamakan “textGrain” akan menambahkan sinyal statistik pada pilihan kata yang dibuat oleh model. Detektor akan mencari sinyal tersebut untuk memverifikasi apakah sebuah teks dihasilkan menggunakan ChatGPT atau Codex.

OpenAI menyebut textGrain akan mampu menyamai, bahkan melampaui, performa seluruh pendekatan lain yang telah diuji. Namun demikian, OpenAI sendiri mengakui bahwa teknologi tersebut tidak selalu bekerja sesuai harapan.

“Detektor dapat membuat dua jenis kesalahan: detektor bisa melaporkan adanya watermarkketika sebenarnya watermark tersebut tidak ada, yang disebut false positive, atau gagal mendeteksi watermark yang sebenarnya ada, yang disebut false negative,” tulis OpenAI dalam situsnya, dikutip dari CNA, Sabtu (10/10/2026).

Selain itu, OpenAI juga mengakui teks yang lebih pendek lebih sulit dideteksi dan proses penyuntingan dapat melemahkan watermark tersebut.

Di samping itu, sistem pendeteksi watermark tidak dapat menentukan seberapa besar kontribusi manusia terhadap sebuah teks, siapa pemiliknya, siapa yang membuatnya, maupun apakah informasi yang terkandung di dalam teks tersebut akurat.

Saat ini, OpenAI baru akan memperkenalkan watermark teks kepada seluruh pengguna di semua paket ChatGPT di Eropa. Belum ada rencana peluncuran sistem ini secara global.

OpenAI mengatakan bahwa pendekatan regional ini akan memberinya ruang untuk belajar dari masukan yang diperoleh melalui penggunaan teknologi tersebut di dunia nyata.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *