
Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia memiliki kekayaan tanaman biofarmaka atau obat-obatan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan dan minuman herbal hingga industri farmasi dan produk kesehatan.
Iklim tropis dan keanekaragaman hayati membuat tanaman obat dapat dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, produksi sejumlah komoditas biofarmaka masih terkonsentrasi pada tanaman tertentu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jahe menjadi tanaman biofarmaka dengan produksi terbesar pada 2025, mencapai 168,97 juta kilogram (kg).
Selain jahe, kapulaga dan kunyit juga mencatat produksi tinggi, masing-masing sebesar 153,80 juta kg dan 147,51 juta kg.
Berikut daftar 10 tanaman biofarmaka dengan produksi terbesar di Indonesia pada 2025.
Jahe Jadi Andalan Tanaman Biofarmaka
Produksi jahe mencapai 168,97 juta kg pada 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan kapulaga sebesar 153,80 juta kg dan kunyit sebesar 147,51 juta kg.
Tingginya produksi jahe tidak terlepas dari luasnya pemanfaatan komoditas ini. Jahe digunakan sebagai bumbu masakan, bahan baku jamu dan minuman herbal, hingga kebutuhan industri pangan, farmasi, dan produk kesehatan.
Pemerintah juga telah mendorong pengembangan jahe melalui berbagai program. Pada 2019, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan kegiatan pengembangan jahe seluas 70 hektare di Jawa Tengah melalui APBN.
Upaya tersebut berlanjut melalui pengembangan kawasan jahe terintegrasi dalam program Kampung Tanaman Obat sejak 2021. Program ini kemudian dilanjutkan dengan pengembangan kawasan budidaya dan penyediaan benih jahe bermutu.
Besarnya produksi dan luasnya pemanfaatan membuat jahe memiliki rantai permintaan yang menjangkau berbagai sektor, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga industri pengolahan dan perdagangan.
Dengan produksi hampir 169 juta kg, jahe menjadi salah satu komoditas utama dalam sektor tanaman biofarmaka Indonesia. Pengembangan budidaya dan kualitas hasil panen berpotensi mendukung pasokan bahan baku bagi industri berbasis tanaman obat.
(mae/mae)
Leave a comment