Home Finance 10 Tahun RI Nihil Bangun Pelabuhan Ikan Modern, Ternyata Ini Alasannya
Finance

10 Tahun RI Nihil Bangun Pelabuhan Ikan Modern, Ternyata Ini Alasannya

Share
10 Tahun RI Nihil Bangun Pelabuhan Ikan Modern, Ternyata Ini Alasannya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, Indonesia tidak membangun pelabuhan perikanan yang benar-benar modern selama sekitar 10 tahun terakhir. Karenanya, pemerintah kini mulai membenahi infrastruktur tersebut untuk meningkatkan daya saing industri perikanan nasional.

Trenggono mengatakan, pembenahan pelabuhan perikanan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto karena sektor kelautan dan perikanan dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jujur sudah 10 tahun inilah ya, tidak ada pembangunan pelabuhan yang dalam tanda kutip bener-bener pelabuhan perikanan yang modern yang bersih, bagus gitu,” kata Trenggono dalam Squawk Box: Foodagri Insight CNBC Indonesia, dikutip Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, pada periode keduanya sebagai menteri, pemerintah mulai menyiapkan perbaikan menyeluruh setelah melaporkan kebutuhan tersebut kepada Presiden Prabowo.

“Selama kurang lebih 5 tahun saya jadi menteri pada periode pertama.. periode pertama memang tidak punya anggaran untuk melakukan itu. Kemudian masuk di periode kedua, saya laporkan kepada Bapak Presiden Prabowo, sehingga beliau memerintahkan untuk dilakukan perbaikan-perbaikan yang menyeluruh,” ujarnya.

Pada tahap awal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pembangunan dan pembenahan di empat lokasi, yakni Pengambengan di Bali, Kejawanan di Cirebon, Cilacap, dan Bitung.

Trenggono mengatakan, pelabuhan di Pengambengan dan Kejawanan akan dikembangkan dengan konsep eco-port, yakni pelabuhan perikanan yang lebih modern, bersih, dan mengedepankan keberlanjutan. Kedua proyek tersebut didukung pembiayaan Islamic Development Bank dengan nilai sekitar US$100 juta.

Sementara itu, pembenahan Pelabuhan Cilacap didukung pembiayaan dari AFD Perancis. Adapun di Bitung, pemerintah berencana memperluas pengembangan untuk mengembalikan kejayaan industri perikanan di wilayah tersebut.

Trenggono berharap empat lokasi tersebut bisa menjadi percontohan modernisasi pelabuhan perikanan nasional.

“Harapan saya sebetulnya 4 lokasi ini menjadi model, bisa berhasil dengan baik, yang akhir 2028 nanti bisa selesai,” kata dia.

Menurut Trenggono, modernisasi pelabuhan diharapkan mengubah kondisi pelabuhan perikanan yang selama ini identik dengan lingkungan kumuh dan berbau, menjadi lebih bersih dan tertata.

“Kalau kita pergi ke pelabuhan perikanan tidak kumuh.. Kalau sekarang kita pergi ke lokasi, misalnya Muara Baru, Muara Angke, orang kan tutup hidung gitu ya, bau, dan lain sebagainya. Tapi kalau di luar negeri kan, saya pergi kadang di Jepang, di mana-mana kok kayaknya keren, malah seperti kaya zona wisata gitu,” ujar Trenggono.

Ia menilai, perbaikan infrastruktur pelabuhan juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan mendukung daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *