Home Finance Deretan Saham Valuasi Murah Usai IHSG Babak Belur
Finance

Deretan Saham Valuasi Murah Usai IHSG Babak Belur

Share
Deretan Saham Valuasi Murah Usai IHSG Babak Belur
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah saham bluechips berada di posisi undervalue atau memiliki valuasi yang relaitf murah usai pasar saham Idnoensai terpukul pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Seperti diketahui, pada perdagangan Jumat kemarin, IHSG ambruk 11,57% ke level 5.199,96, menjadi penurunan harian terdalam dalam 28 tahun terakhir atau sejak krisis moneter 1998.

Tekanan kali ini terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Kekhawatiran terhadap dampaknya pada aliran dana asing turut membayangi perdagangan saham domestik.

Sejumlah saham tergolong bluechips pun ikut anjlok, misalnya saja harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ambles14,81% ke Rp5.175 per saham. Begitu juga harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang jatuh 14,84% ke Rp2.640 per saham dan saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) ambruk 12,34% ke Rp4.190 per saham.

Penurunan harga yang signifikan tersebut membuat valuasi ketiga saham tersebut menjadi relaitf murah.

Menggunakan pendekatan price to book value band dan price to earnings estimate band, CNBC Indonesia menakar posisi valuasi ketiga saham tersebut dengan membandingkan nilai buku dan nilai laba secara dengan rerata dan simpangan vauluasi secara historis.

PT Bank Central Asia Tbk – BBCA

BBCA memiliki valuasi price to book value (PBV) senilai 2,4 kali per 16 Oktober 2026. Valuasi BBCA pun terdiskon berdasarkan pendekatan PBV Band. Valuasi BBCA dikatakan terdiskon karena PBV di bawah rata-rata valuasi historis bahkan di bawah standar deviasi -2 (2,9 kali).




BBCA PBV BandBBCA PBV Band Foto: CNBC Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk – BBRI

BBRI memiliki valuasi price to book value (PBV) senilai 1,2 kali per 16 Oktober 2026. Valuasi BBRI pun terdiskon berdasarkan pendekatan PBV Band. Valuasi BBRI dikatakan terdiskon karena PBV di bawah rata-rata valuasi historis bahkan di bawah bawah standar deviasi -2 (1,3 kali).




BBRi PBV BandBBRi PBV Band Foto: CNBC Indonesia

PT Astra Internasional – ASII

ASII memiliki valuasi PE Estimate senilai 5,8 kali per 16 Oktober 2026. Valuasi ASII pun terdiskon berdasarkan pendekatan PE Band. Valuasi ASII dikatakan terdiskon karena PE di bawah rata-rata valuasi historis dan mulai turun dari menuju standar deviasi -1 (5,9 kali).




ASII PE BandASII PE Band Foto: CNBC Indonesia

(ras/ras)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *