Jakarta, CNBC Indonesia – Pedagang kipas angin di kawasan Glodok, Jakarta Barat mengungkapkan mayoritas merek kipas yang dijualnya merupakan merek lokal, tetapi komponennya berasal dari China.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di kawasan Plaza Glodok, Selasa (20/10/2026) kemarin, tampak mayoritas kipas yang ditemukan bermerek CKE, yang memang dirakit di Indonesia, tetapi beberapa komponennya masih diimpor dari China. Namun, masih ada beberapa kipas angin bermerek Jepang yang dijual.
Beberapa pedagang mengungkapkan banyaknya kipas merek China dijual karena suku cadangnya mudah.
“Iya, memang di sini kebanyakan merek China, karena CKE memang komponennya dari China, walaupun dirakit di Indonesia,” kata Surya, salah satu pedagang kipas angin di Glodok saat ditemui CNBC Indonesia, Sabtu (24/10/2026).
Alasan merek China lebih mendominasi, meski merek Jepang juga tersedia, karena harganya yang lebih murah.
Pedagang kipas dan AC di kawasan Glodok Jakarta Barat, Selasa, 20/10. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
|
“Harga sih ya lebih murah, bisa Rp200.000-an sudah dapat,” terang Surya.
Meski begitu, pihaknya juga tetap menjual kipas angin selain merek China, karena pasar kipas angin Jepang juga masih ada.
“Ya yang beli merek Jepang juga ada, kan enggak mungkin kalau kami enggak jual,” ujar Surya.
Sementara itu, Wawan, mengaku hanya menjual kipas bermerek CKE, karena sudah dirakit di Indonesia meski komponennya berasal dari China.
“Di sini semua CKE, memang komponennya dari China, tapi dirakitnya di Indonesia kok,” kata Wawan.
Apalagi, menurutnya, CKE dikenal sebagai penyokong utama kipas angin industrial dan sistem ventilasi yang kuat, tahan lama, serta sesuai untuk kebutuhan toko, gudang, dan pabrik di sekitarnya.
“CKE tuh kebanyakan dipakai buat industri, ya minimal gudang lah, karena kan pasar Glodok kebanyakan ya daerah Jakarta Utara, jadi cocoknya memang pakai CKE,” ucap Wawan.
(chd/wur)

Leave a comment