Home Finance Dikepung 4 Lempeng Sekaligus Bikin RI Sering Gempa
Finance

Dikepung 4 Lempeng Sekaligus Bikin RI Sering Gempa

Share
Dikepung 4 Lempeng Sekaligus Bikin RI Sering Gempa
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Posisi Indonesia menempati titik yang sangat krusial dan strategis dari sudut pandang geotektonik global. Mengutip akun Instagram @badan.geologi, Sabtu (26/09/2026), Indonesia berada tepat pada wilayah pertemuan empat lempeng tektonik aktif dunia, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina.

Pergerakan keempat lempeng ini sangat dinamis dengan arah dan kecepatan rambat yang berbeda-beda. Lempeng Eurasia diketahui bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan kurang lebih 0,4 cm/tahun, Lempeng Indo-Australia ke arah utara sekitar 7 cm/tahun, Lempeng Pasifik ke arah barat sekitar 11 cm/tahun, sementara Lempeng Laut Filipina melaju ke arah barat laut di kisaran 8 cm/tahun.

Aktivitas pertemuan keempat lempeng raksasa inilah yang pada akhirnya membuat wilayah Indonesia sangat sering diguncang oleh gempa.

“Interaksi antarlempeng tersebut membentuk pola struktur geologi yang khas serta membawa dampak positif sekaligus dampak negatif,” papar pihak Badan Geologi.

Dari sisi positif, proses tektonik ini membuka lima anugerah sumber daya geologi yang bernilai fantastis. Potensi tersebut mencakup keberadaan cekungan migas (minyak dan gas bumi), sumber energi panas bumi, jalur mineralisasi logam dan nonlogam, tanah subur dari endapan gunung api muda, hingga bentang alam indah yang memiliki nilai wisata tinggi.

“Satu tatanan tektonik, beragam sumber daya untuk dimanfaatkan.”

Namun di sisi lain, tektonik aktif ini juga menebar ancaman meluas yang memicu empat bahaya utama, yakni gempa bumi dari guncangan aktivitas tektonik, tsunami di wilayah pesisir, letusan gunung api, hingga gerakan tanah di kawasan lereng. Ancaman ini makin diperparah dengan adanya potensi bahaya geologi lain seperti erosi, penurunan tanah, sedimentasi, hingga semburan lumpur atau gas.

Jejak kelam dari rentetan bencana dahsyat pun telah tercatat dalam sejarah modern. Insiden mematikan tersebut meliputi Tsunami Aceh pada tahun 2004, Gempa bumi Nias pada 2005, Gempa bumi Lombok pada 2018, hingga tragedi Gempa dan tsunami Palu pada tahun 2018.

Serangkaian bencana ini terbukti membawa dampak destruktif dalam waktu yang sangat singkat, mulai dari jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, hingga rusaknya lingkungan serta terganggunya kehidupan sosial masyarakat. Gempa dan tsunami secara khusus ditetapkan sebagai bahaya paling mematikan karena terjadi sangat cepat dengan tanda awal terbatas, yang berisiko menghentikan proses pembangunan dan pemerintahan daerah. Oleh sebab itu, langkah kewaspadaan dan mitigasi yang kuat dinilai krusial untuk membantu mengurangi risiko bencana.

“Jadi posisi geotektonik Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan,” tegasnya.

(tps/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *