
Jakarta, CNBC Indonesia – Lonjakan gula darah setelah makan malam kerap terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup. Jika berlangsung berulang dan tidak terkontrol, kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 serta berbagai gangguan metabolik.
Namun, ada kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil, yakni berjalan santai setelah makan malam.
Aktivitas fisik ringan ini dapat membantu tubuh memanfaatkan glukosa dari makanan secara lebih efektif. Dengan begitu, kadar gula darah setelah makan berpotensi lebih terkendali.
Ahli diet terdaftar sekaligus pendidik diabetes bersertifikat, Kaitlin Hippley, menjelaskan bahwa berjalan setelah makan malam membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
“Berjalan setelah makan malam mendorong otot menggunakan glukosa dari makanan sebagai energi, sehingga membantu mengontrol gula darah,” kata Hippley.
Berikut empat manfaat utama berjalan kaki setelah makan malam untuk menjaga gula darah mengutip Eating Well.
1. Membantu menyeimbangkan gula darah
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dapat meningkatkan sensitivitas insulin setelah makan. Saat sel tubuh lebih responsif terhadap insulin, glukosa dapat diserap dan digunakan secara optimal sebagai energi, sehingga lonjakan gula darah dapat dicegah.
2. Menurunkan gula darah sebelum tidur
Gula darah tinggi di malam hari berisiko bertahan hingga pagi, terutama setelah konsumsi makanan tinggi lemak yang dapat menunda kenaikan glukosa dan meningkatkan resistensi insulin. Berjalan kaki membantu otot menyerap glukosa secara langsung, bahkan tanpa bergantung sepenuhnya pada insulin.
3. Meningkatkan sensitivitas insulin
Karbohidrat yang dikonsumsi saat makan malam akan dipecah menjadi glukosa dan secara alami menaikkan gula darah. Berjalan kaki setelah makan membantu meningkatkan respons sel terhadap insulin, sehingga glukosa dari makanan dapat segera dimanfaatkan. Dampaknya terasa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
4. Mendukung kualitas tidur yang lebih baik
Gula darah tinggi sebelum tidur dapat memicu sering terbangun di malam hari, termasuk karena kebutuhan buang air kecil. Menjaga gula darah tetap stabil sebelum tidur berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik, yang pada akhirnya turut membantu pengendalian gula darah di pagi hari.
“Gula darah yang stabil sebelum tidur dapat mengurangi gangguan tidur akibat fluktuasi kadar glukosa,” ujar Hippley.
Dengan kebiasaan sederhana ini, risiko lonjakan gula darah di malam hari dapat ditekan sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
(hsy/hsy)
Leave a comment