
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih akan menyaring penerima program “satu orang satu rekening” yang semua akan dibagikan bagi 25 juta warga Indonesia dari kelompok masyarakat berpenghasilan paling rendah.
“Nanti difilter lagi,” ungkap Airlangga kepada awak media terkait penerima manfaat pembukaan rekening, dikutip Jumat (23/10/2026).
Airlangga pun menegaskan bahwa saat ini program pembagian rekening sudah disiapkan dan akan segera diluncurkan pada akhir tahun ini.
“Anggaran sudah ada. Tinggal nanti di launching,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan program ini disiapkan dengan anggaran Rp1,28 triliun dan setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening.
Airlangga mengatakan, program tersebut menyasar warga berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 atau 10% kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Menurut Airlangga, data penerima akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pelaksanaan program akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI.
Menurut Airlangga, penyediaan rekening tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum memiliki akses memadai terhadap layanan keuangan formal.
Airlangga menegaskan, program satu orang satu rekening tidak berhenti pada pembukaan rekening semata. Pemerintah juga akan mendorong agar keberadaan rekening tersebut dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“Kami akan dorong efektivitas program bantuan, efektif, jadi bukan hanya rekening,” ujarnya.
(haa/haa)
Leave a comment