
Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok lanjut usia (lansia) Amerika Serikat (AS) menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Tingginya biaya perumahan, keterbatasan tabungan, serta meningkatnya kebutuhan untuk mencari penghasilan tambahan membuat banyak warga berusia 50 tahun ke atas semakin rentan menjelang dan setelah pensiun
Di tengah penurunan tingkat kemiskinan Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan, kelompok lansia justru menghadapi kondisi sebaliknya.
Tingkat kemiskinan warga berusia 65 tahun ke atas meningkat untuk tahun kelima berturut-turut pada 2025, mencapai 15,4%, berdasarkan analisis AARP Foundation terhadap data Biro Sensus AS.
Kondisi tersebut terutama menekan kelompok berpenghasilan rendah yang mendekati usia pensiun. AARP Foundation menyebut warga berusia 50-64 tahun semakin rentan karena kesulitan mempertahankan pekerjaan, menghadapi kenaikan biaya hidup, dan tidak mampu menyisihkan cukup uang untuk masa pensiun.
Lansia Perempuan Lebih Rentan Jatuh Miskin
Tingkat kemiskinan warga berusia 65 tahun ke atas mencapai 15,4%. Menurut analisis AARP Foundation, jumlah lansia dalam kategori tersebut bertambah sekitar 3 juta orang sejak 2019.
Angka tersebut menggunakan Supplemental Poverty Measure (SPM), yang memperhitungkan pajak, bantuan pemerintah, serta sejumlah pengeluaran yang tidak tercakup dalam ukuran kemiskinan resmi.
Meski jumlah lansia miskin tidak sebesar kelompok usia lainnya, SPM menunjukkan bahwa kelompok ini tetap rentan jatuh ke dalam kemiskinan ketika beban pengeluaran dan bantuan yang diterima ikut diperhitungkan.
Kondisi tersebut kontras dengan tren nasional. Tingkat kemiskinan AS secara keseluruhan justru turun ke level terendah pada 2025, sementara pendapatan rata-rata keluarga meningkat.
Namun, AARP Foundation menilai perbaikan tersebut belum dirasakan secara merata oleh kelompok usia lanjut.
Tekanan ekonomi bahkan sudah terasa sebelum memasuki masa pensiun. Sekitar satu dari delapan warga berusia 50-64 tahun kini hidup dalam kemiskinan.
Banyak lainnya berada sedikit di atas garis kemiskinan, tetapi tetap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menabung untuk masa depan.
Bekerja Lebih Banyak Belum Tentu Cukup
Survei AARP Foundation terhadap lansia berpenghasilan rendah menunjukkan tekanan tersebut semakin nyata.
Pada musim panas 2026, hampir sepertiga responden mengatakan rumah tangga mereka pernah kehabisan makanan sebelum memiliki uang untuk membeli kembali.
Sekitar sepertiga lainnya mengaku tidak memiliki tabungan yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat senilai US$100. Angka ini meningkat dari 28% pada musim semi.
Tekanan pendapatan juga mendorong sebagian orang mengambil pekerjaan tambahan. Hampir dua pertiga lansia yang bekerja melaporkan memiliki setidaknya satu sumber pendapatan berbayar tambahan.
AARP Foundation melihat kondisi ini sebagai tanda bahwa banyak pekerja lansia harus mengandalkan beberapa sumber pendapatan untuk menghadapi kenaikan biaya hidup.
Di sisi lain, program bantuan sosial, termasuk Social Security, masih menjadi penyangga penting. Data Biro Sensus AS menunjukkan program tersebut membantu menjaga hampir 29 juta orang keluar dari kemiskinan pada 2025.
Biaya Rumah dan Bantuan Sosial Jadi Tekanan Berikutnya
Beban perumahan menjadi salah satu persoalan terbesar, terutama bagi perempuan lansia yang tinggal sendiri.
Menurut Joint Center for Housing Studies Harvard, sekitar setengah perempuan lansia yang menjadi kepala rumah tangga menghadapi beban biaya perumahan yang tinggi. Angkanya mencapai 60% bagi mereka yang menyewa.
Situasi tersebut terjadi ketika populasi AS semakin menua dan perubahan pada sejumlah program bantuan sosial mulai berjalan.
Lansia termasuk kelompok yang terdampak perluasan persyaratan kerja untuk sejumlah program bantuan pangan dan Medicaid.
Tekanan tersebut berpotensi membuat semakin banyak pekerja berusia lanjut bergantung pada Social Security ketika memasuki masa pensiun.
Bagi kelompok yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, gangguan kecil seperti kendaraan rusak atau harus berhenti bekerja sementara untuk merawat anggota keluarga dapat berkembang menjadi masalah keuangan jangka panjang.
Pada akhirnya, tekanan ekonomi pada usia 50-an dan awal 60-an dapat memengaruhi kemampuan seseorang bertahan secara finansial ketika memasuki usia lanjut.
(mae/mae)
Leave a comment