Home Finance Apple Rilis iPhone Duo, Raja HP Lipat Tetap Samsung
Finance

Apple Rilis iPhone Duo, Raja HP Lipat Tetap Samsung

Share
Apple Rilis iPhone Duo, Raja HP Lipat Tetap Samsung
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kehadiran perangkat lipat terbaru besutan Apple, iPhone Duo, diprediksi bakal merombak peta persaingan pasar ponsel lipat (foldable phone) dunia. Kendati demikian, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dinilai masih akan mempertahankan takhtanya di puncak kepemimpinan pasar meskipun harus menghadapi terjangan tekanan pangsa pasar dari sang rival.

Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo dengan banderol harga US$1.999 (sekitar Rp35 jutaan). Angka tersebut hanya terpaut sekitar US$100 lebih mahal dibandingkan kompetitor utamanya, Samsung Galaxy Z Fold 8, yang dipasarkan senilai US$1.899. Dari segi bentuk, perangkat anyar Apple ini hadir mengusung desain lipat vertikal menyerupai paspor, sangat mirip dengan lini Galaxy Z Fold 8.

Analis senior Counterpoint Research, Liz Lee, menilai strategi penetapan harga yang dipilih Apple merupakan salah satu langkah paling mengejutkan sekaligus menarik perhatian industri.

“Harga Apple adalah salah satu bagian yang paling mengesankan. Menjaga harga iPhone Duo tepat di bawah US$2.000, yakni US$1.999, dan hanya sekitar US$100 di atas Galaxy Z Fold 8 terlihat sebagai langkah yang cukup berani dari Apple,” ujar Lee, dikutip dari Reuters, Senin (28/9/2026).

Peta Kekuatan Pasar Ponsel Lipat Global

Berdasarkan proyeksi Counterpoint, Apple berpotensi langsung merebut 25% pangsa pasar ponsel lipat global pada tahun pertamanya. Walau demikian, Samsung diproyeksikan tetap memimpin dengan penguasaan pasar sebesar 38%.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Huawei yang diperkirakan memegang 22% pangsa pasar. Di jajaran pabrikan lainnya, Motorola diproyeksi mengantongi 6%, disusul Honor dengan 3%, serta gabungan merek-merek lain sebesar 6%.

“Kami memperkirakan Apple benar-benar akan mengubah lanskap persaingan di pasar ponsel lipat, dan Samsung akan mengalami tekanan pangsa pasar yang paling terlihat. Namun, Samsung juga memiliki skala, pengalaman bertahun-tahun, dan distribusi global yang kuat,” tambahnya.

Strategi Pertahanan dan “Perang Sindiran”

Menyadari ancaman serius dari ekosistem iOS, Samsung langsung bereaksi cepat. Perusahaan telah menggelar kampanye promosi besar-besaran untuk lini ponsel lipatnya di berbagai kota megapolitan dunia, seperti Seoul, Tokyo, dan London. Melalui slogan seperti “Welcome to Foldables” dan “The World’s Lightest Fold”, Samsung gencar menonjolkan keunggulan bodi perangkatnya yang lebih tipis dan ringan.

Tak hanya itu, persaingan kedua jenama ini turut merembes ke ruang digital. Melalui akun resmi platform X (sebelumnya Twitter), Samsung sempat melontarkan sindiran tajam tak lama setelah Apple meluncurkan iPhone Duo. Mereka mengibaratkan inovasi sang kompetitor seperti “memanaskan kembali sisa makanan” disertai sentiran bernada jenaka, “So far, so same”.

Sebagai pionir yang pertama kali meluncurkan ponsel lipat komersial untuk pasar massal pada 2019 silam, Samsung kini telah matang dengan portofolio produk hingga generasi kedelapan-setelah sempat melewati fase uji coba berat pada generasi awal perangkat layar lipatnya.

Di sisi lain, Kepala Analis CCS Insight, Ben Wood, menyoroti bahwa dalam peluncuran ini Apple secara cerdik memanfaatkan ekosistem rantai pasok (supply chain) yang fondasinya telah lama dibangun oleh Samsung sendiri, termasuk pasokan komponen panel layar lipat yang diproduksi oleh Samsung Display.

“Apple pandai menentukan waktu yang tepat dan memasuki pasar ketika sebuah produk telah mencapai tingkat kematangan tertentu,” pungkas Wood.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *