
Jakarta, CNBC Indonesia – Tim arkeolog internasional kembali membuat penemuan mencengangkan di situs bersejarah Mesir. Mereka berhasil mengungkap makam berusia 4.000 tahun milik salah satu pejabat tinggi paling berpengaruh pada masa Mesir Kuno, yang di dalamnya terdapat sebuah struktur misterius berupa ‘pintu gaib’ menuju alam baka.
Situs pemakaman kuno ini ditemukan di kawasan Nekropolis Bubasteion di Saqqara, yang dikenal sebagai salah satu pusat arkeologi paling krusial di Mesir. Berdasarkan pahatan hieroglif yang terpampang di dinding, makam tersebut dipastikan milik seorang pejabat tinggi era Kerajaan Lama (Old Kingdom) bernama Sakhnetio-Btah (Sekhentyu-Ptah).
Dikutip dari Daily Mail, Minggu (27/9/2026), inskripsi pada makam tersebut mendaulatnya sebagai “penjaga rahasia raja”. Kendati terdengar seperti kisah fiksi detektif, para ahli menjelaskan bahwa gelar tersebut tidak berkaitan dengan penjagaan harta karun tersembunyi, melainkan merujuk pada jabatan elit yang bertanggung jawab mengelola dokumen serta dekrit rahasia kerajaan atas nama sang firaun.
Selain itu, Sakhnetio-Btah juga memegang beberapa posisi strategis lain, di antaranya sebagai bendahara atau pengawas istana kerajaan (royal chamberlain), pendeta untuk Dewi Maat, hingga pengawas perpustakaan agung kerajaan.
“Inskripsi hieroglif ini membantu menentukan nama pemilik pemakaman dan deretan gelarnya, termasuk penjaga rahasia kerajaan, yang mencerminkan tingginya kedudukan yang ia pegang dalam sistem administrasi negara kuno tersebut,” ungkap Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, dikutip Minggu (27/9/2026).
Temukan Pintu Tiruan dan Jaringan Sumur Mumi
Kompleks makam megah ini mencakup sisa-sisa kapel pemakaman serta sebuah false door (pintu tiruan) berupa ceruk simbolis. Masyarakat Mesir Kuno mempercayai pintu tiruan ini sebagai ambang batas magis atau “portal” penyeimbang antara dunia orang hidup dan alam baka.
Di dalam kompleks tersebut, para arkeolog juga menemukan berbagai perlengkapan ritual pemakaman yang masih tertata di posisi aslinya, seperti meja persembahan, batu pemujaan, hingga bejana penyucian. Penemuan in situ ini memberikan gambaran yang sangat langka dan autentik mengenai tradisi pemakaman kaum bangsawan pada era Kerajaan Lama.
Penggalian ini turut menyingkap jaringan sumur pemakaman (burial shafts) yang saling terhubung di sekitar area makam. Di dalamnya tersimpan banyak kerangka manusia serta tumpukan cartonnage pemakaman berhias.
Sebagai informasi, cartonnage adalah lapisan pelindung mumi menyerupai papier-mâché berwarna-warni yang dihiasi lukisan dewa-dewi Mesir, aksara hieroglif, serta simbol-simbol pelindung arwah dalam perjalanan menuju akhirat. Tim peneliti juga mendapati lebih dari 100 patung ushabti-patung pelayan yang diyakini akan melayani arwah majikannya di alam baka.
Sarkofagus Utuh dan Misteri Saqqara
Temuan paling spektakuler lainnya adalah tiga peti batu (sarkofagus) dalam kondisi tertutup rapat dan masih tersegel utuh di tempat aslinya. Artefak pendukung seperti patung elang dari kayu, berbagai bejana tembikar kuno, hingga peninggalan bernilai sejarah tinggi turut diangkat dari lokasi.
Meskipun investigasi awal menunjukkan ada beberapa bagian makam yang sempat dijarah oleh pencuri pada zaman kuno, sebagian besar harta peninggalan di dalamnya masih selamat dan berada dalam kondisi yang luar biasa baik. Para peneliti berharap penemuan ini dapat membuka tabir baru mengenai dinamika sejarah serta pemanfaatan ulang situs makam dari masa ke masa.
Saqqara sendiri merupakan kompleks pemakaman kuno yang tak pernah kehabisan misteri. Wilayah ini menjadi rumah bagi bangunan batu tertua di dunia, yaitu Piramida Bertingkat Djoser, yang dibangun sekitar 4.700 tahun lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, Saqqara terus memuntahkan temuan sensasional-mulai dari puluhan mumi utuh, kompleks bengkel mumifikasi, hingga ruang bawah tanah penuh patung kuno-yang secara radikal memperkaya pemahaman dunia tentang peradaban Mesir Kuno
(fab/fab)
Leave a comment