Home Finance AS, Rusia -Israel, Siapa yang Dianggap Paling Jadi Ancaman Dunia?
Finance

AS, Rusia -Israel, Siapa yang Dianggap Paling Jadi Ancaman Dunia?

Share
AS, Rusia -Israel, Siapa yang Dianggap Paling Jadi Ancaman Dunia?
Share


Jakarta, CNBC Indonesia –  Persepsi terhadap ancaman geopolitik ternyata berbeda tajam di berbagai negara. Pandangan masyarakat di sejumlah negara terhadap ancaman geopolitik sangat dipengaruhi oleh posisi geografis dan dinamika konflik yang negara mereka hadapi.

Persepsi tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi geopolitik pada saat ini juga membuat pandangan mengenai negara mana yang paling mengancam perdamaian dunia dapat berbeda secara signifikan dari satu negara ke negara lainnya. 

Berdasarkan survei internasional YouGov yang digelar pada 17 Juni-1 Juli 2026 terhadap 14.725 orang di tujuh negara, Rusia menjadi negara yang paling banyak dianggap sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian dunia di seluruh negara Eropa.


Di Amerika Serikat sendiri, Iran menjadi ancaman terbesar sedangkan Israel memiliki tingkat persepsi yang relatif stabil, yakni 9-14% di seluruh negara yang disurvei.

Di Polandia, misalnya, 59% responden menyebut Rusia sebagai negara yang paling mengancam perdamaian dunia. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam seluruh negara yang disurvei.

Pandangan serupa terlihat di Jerman dan Inggris. Sebanyak 42% responden Jerman dan 39% responden Inggris menempatkan Rusia sebagai ancaman terbesar.

Di Prancis, proporsinya mencapai 33%.

Posisi Rusia sebagai ancaman utama di Eropa tidak terlalu mengejutkan mengingat kedekatan geografis kawasan tersebut serta beragam aksi Rusia yang memicu konflik, termasuk perang Rusia-Ukraina.

Sejumlah analisis keamanan Eropa juga masih menempatkan Rusia sebagai tantangan utama bagi arsitektur keamanan kawasan.

AS lebih melihat Iran dan China sebagai ancaman

Di Amerika Serikat, Rusia bukanlah negara yang paling dianggap sebagai ancaman perdamaian. Iran berada di posisi teratas dengan 21% responden, disusul Rusia sebesar 16% dan China 14%.

Hal ini wajar mengingat AS kerap kali bersitegang dengan Iran selama puluhan tahun dan puncaknya dengan pecah perang pada akhir Februari 2026. Berbeda dengan Iran, ketegangan AS versus China lebih dipicu oleh perang dagang dan pengaruh dalam peta ekonomi global.

Gambaran ini menunjukkan bahwa persepsi ancaman geopolitik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang sedang berperang, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat suatu negara memandang posisi negaranya sendiri dan kekuatan besar lainnya.

Sementara itu, Israel memperoleh angka yang relatif stabil di seluruh negara yang disurvei, berada di kisaran 9%-14%. Selama bertahun-tahun, Israel ada dalam pusaran konflik Timur Tengah baik dengan Iran, Palestina ataupun Irak.

Yang menarik, persepsi terhadap Israel cenderung lebih merata dibandingkan Rusia dan Amerika Serikat. Di tujuh negara yang disurvei, proporsi responden yang menyebut Israel sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian dunia berada di kisaran 9%-14%.

Di AS, misalnya, Israel dipilih oleh 11% responden, masih di bawah Iran 21%, Rusia 16%, AS 15%, dan China 14%.

Data ini menunjukkan Israel memang masuk dalam radar ancaman geopolitik global, tetapi belum menjadi negara yang paling dianggap mengancam perdamaian dunia. Berbeda dengan Rusia yang sangat dominan di Eropa, persepsi terhadap Israel relatif lebih rendah namun tersebar merata di berbagai negara.

Dengan kata lain, tidak ada konsensus global mengenai siapa ancaman terbesar bagi perdamaian dunia.

Perbedaan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman langsung terhadap konflik, kedekatan geografis, serta hubungan politik antarnegara dapat membentuk persepsi publik terhadap risiko geopolitik.

(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *