Home Finance Asing Makin Getol Serbu RI, Berburu Lahan Bangun Data Center
Finance

Asing Makin Getol Serbu RI, Berburu Lahan Bangun Data Center

Share
Asing Makin Getol Serbu RI, Berburu Lahan Bangun Data Center
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa teknologi asal Jepang, NTT Data Group, berencana meningkatkan komitmen investasinya secara agresif untuk membangun lebih banyak pusat data (data center) di Indonesia. Langkah strategis unit usaha telekomunikasi NTT ini diambil guna merespons lonjakan permintaan komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan Asia Tenggara.

Managing Director Japan & Asia Pacific Data Center Unit NTT Data, Yasuhiro Kajiki, mengonfirmasi bahwa perusahaan bakal mengambil langkah ekspansif untuk memperkuat penetrasi pasarnya di Tanah Air.

“Kami bersikap sangat agresif untuk berinvestasi pada lebih banyak data center di Indonesia,” ujar Kajiki dalam wawancara khusus bersama Reuters, dikutip Selasa (3/11/2026). Kendati demikian, ia belum membeberkan secara terperinci nilai total investasi baru yang disiapkan.

Sebagai bagian dari rencana ekspansi jangka menengah untuk dua hingga tiga tahun ke depan, NTT Data tengah berburu lahan tambahan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan manajemen di sela-sela agenda peresmian gedung tambahan (annex) data center berkapasitas 12 megawatt (MW) di Jakarta.

Rekam jejak komitmen NTT Data di Indonesia sendiri tercatat cukup solid. Sejak 2015, raksasa telekomunikasi Jepang ini telah mengelontorkan investasi akumulatif mencapai US$500 juta (sekitar Rp9 triliun) khusus untuk pengembangan infrastruktur data center di Indonesia.

Tantangan Pasokan Energi dan Resistensi Warga

Langkah ekspansi masif industri data center global di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, bukannya tanpa hambatan. Pesatnya pertumbuhan fasilitas berdaya tinggi ini mulai memicu penolakan di tingkat lokal akibat besarnya beban konsumsi terhadap jaringan listrik nasional, penggunaan pasokan air, hingga persaingan perebutan lahan.

Menanggapi potensi gesekan tersebut, Kajiki menekankan pentingnya pendekatan dan keterlibatan aktif dengan komunitas lokal demi memastikan keberlanjutan proyek.

“Pendekatan serta komunikasi dengan masyarakat lokal menjadi faktor yang sangat krusial, mengingat beberapa proyek infrastruktur di lapangan kerap menghadapi tantangan penolakan dari warga sekitar,” jelasnya.

Potensi Pasar Tembus Rp96 Triliun

Pasar data center di Indonesia memang memiliki daya tarik bagi investor global. Berdasarkan laporan riset dari Research and Markets, nilai pasar data center di Indonesia tercatat mencapai US$2,81 miliar (sekitar Rp50 triliun) pada 2025.

Nilai tersebut diproyeksikan bakal melesat lebih dari dua kali lipat hingga menembus US$6,08 miliar (sekitar Rp110 triliun) pada 2031 mendatang. Lonjakan ini didorong oleh akselerasi transformasi digital nasional, adopsi teknologi AI di sektor korporasi, serta kebijakan lokalisasi data.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *