Home Finance Asing Net Sell Rp663,34 M Sesi I, Saham BBCA dan GOTO Banyak Dilepas
Finance

Asing Net Sell Rp663,34 M Sesi I, Saham BBCA dan GOTO Banyak Dilepas

Share
Asing Net Sell Rp663,34 M Sesi I, Saham BBCA dan GOTO Banyak Dilepas
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah hingga penutupan Sesi I perdagangan Rabu (7/10/2026). Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, IHSG berada di level 6.158,78, turun 34,14 poin atau 0,55%.

Investor asing mencatat penjualan bersih (net sell) di pasar saham Indonesia hingga siang ini sebesar Rp663,34 miliar. Mengutip data Stockbit, nilai pembelian asing (foreign buy) tercatat sebesar Rp1,80 triliun, sedangkan penjualan asing (foreign sell) mencapai Rp2,46 triliun.

Adapun penjualan saham yang paling banyak dilepas asing antara lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai bersih Rp132,14 miliar dan volume 21,79 juta saham. Di posisi kedua terdapat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan Rp96,80 miliar, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp25,36 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp19,77 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp17,57 miliar.

Sementara saham-saham yang masih banyak diborong asing antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai bersih Rp60,15 miliar dan volume 19,21 juta saham. Posisi berikutnya ditempati PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan Rp21,51 miliar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan Rp15,45 miliar. Selanjutnya, asing juga mengoleksi saham PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) senilai Rp8,41 miliar, dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) senilai Rp5,31 miliar.

Sentimen pasar pada Rabu (7/10/2026) akan dipengaruhi perkembangan sektor eksternal dan arah kebijakan moneter global. Kemarin, pelebaran defisit perdagangan Amerika Serikat menjadi perhatian, sementara kenaikan proyeksi pertumbuhan Indonesia memberi kabar positif dari dalam negeri.

Hari ini, investor menantikan laporan cadangan devisa Indonesia untuk menilai ketahanan eksternal dan ruang stabilisasi rupiah.

Perhatian kemudian beralih ke risalah rapat The Fed yang terbit dini hari besok dan berpotensi memengaruhi dolar, obligasi, serta pasar saham.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan terbit dini hari besok pukul 01.00 WIB.

Dokumen ini akan menjelaskan pembahasan di balik keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak 2023.

Investor akan mencari petunjuk mengenai persistensi inflasi dan seberapa besar dukungan pejabat terhadap pengetatan lanjutan. Proyeksi September menunjukkan 16 dari 18 pejabat melihat kemungkinan setidaknya satu kenaikan tambahan sebesar 25 basis poin tahun ini.

Nada yang lebih ketat berpotensi menopang dolar dan menekan aset berisiko. Sebaliknya, penekanan pada risiko perlambatan dapat meredakan kekhawatiran pasar. Risalah bukan keputusan suku bunga baru, tetapi dapat mengubah ekspektasi kebijakan berikutnya.

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Rabu, (7/10/2026). Pergerakan ini berbanding terbalik dengan Wall Street seiring dengan perkembangan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Indeks Nikkei 225 Jepang cenderung datar, sementara Kospi Korea Selatan turun 0,57%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga melemah 0,13%.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *