
Jakarta, CNBC Indonesia – Bahlil Lahadalia selaku Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara atas alasan Presiden RI Prabowo Subianto membentuk kKemenko anyar ini.
Bahlil mengatakan urgensi pembentukan Kemenko anyar sekaligus pelantikan dirinya didasari oleh kondisi geopolitik global yang tidak menentu serta tuntutan dinamika ekonomi dunia terhadap pemanfaatan energi bersih.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo memandang penanganan program prioritas hilirisasi dan transisi energi tidak lagi bisa dilakukan secara parsial. Kebijakan tersebut juga menjadi bentuk pelaksanaan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement.
“Kita tahu bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu dan konstelasi dinamika ekonomi dunia juga yang menuntut untuk terjadinya energi yang bersih, maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement, maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (2/10/2026).
Bahlil menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal mengemban dua posisi strategis tersebut demi pengabdian kepada negara.
“Nah, secara kebetulan, kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk mendapat tugas amanah baru, selain menjadi Menteri ESDM, saya juga merangkap menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. InsyaAllah, sebagai pembantu Presiden, akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik adalah sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM,” tegasnya.
Soal daftar kementerian teknis yang nantinya akan berada di bawah koordinasi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil menyampaikan bakal mengecek aturan detailnya dalam Peraturan Presiden (Perpres). Di samping itu, ia juga akan segera berkonsultasi dengan Presiden Prabowo untuk memetakan proyek-proyek strategis yang perlu diprioritaskan.
“Nanti setelah ini baru saya melapor sama Bapak Presiden, baru dilantik ya,” tandasnya.
(pgr/pgr)
Leave a comment