Home Finance Bandara Kembali Dibuka, RI Menunggu Kabar Penting dari Jepang-China
Finance

Bandara Kembali Dibuka, RI Menunggu Kabar Penting dari Jepang-China

Share
Bandara Kembali Dibuka, RI Menunggu Kabar Penting dari Jepang-China
Share



  • Pasar keuangan RI ditutup beragam IHSG melemah, Rupiah stagnan, sementara SBN menguat.
  • Wall Street tutup, bursa Eropa berakhir beragam
  • Pertumbuhan PDB Jepang dan Neraca Perdagangan China menjadi penggerak utama pasar pada hari ini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam. Bursa saham ditutup melemah lagi, surat berharga negara (SBN) menguat dan rupiah stagnan.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan sedikit lebih lega walaupun masih akan menghadapi tantangan pada hari ini terutama karena perang yang belum menemukan titik terangnya serta potensi supply chain yang terganggu akibat bencana alam yang melanda Indonesia dari berbagai macam spektrum.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9/2026) di zona merah. IHSG ditutup melemah 16,81 poin atau 0,25% ke level 6.619,67.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka di level 6.652,09. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.667,75, sebelum terkoreksi hingga level terendah 6.610,93.

Aktivitas perdagangan saham kemarin cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 37 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp13,67 triliun dan frekuensi sebanyak 2,14 juta kali.

Sebanyak 281 saham menguat, 332 saham melemah, sementara 179 saham lainnya stagnan.

Pada perdagangan Senin kemarin, terpantau asing membukukan net foreign outflow sebesar Rp 678,55 miliar di all market namun mencatatkan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp 590,18 miliar

Sehingga apabila data ditarik secara year-to-date bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 68,73 triliun di all market dan Rp 96,70 triliun di reguler market.



Adapun tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor keuangan.

Bank Central Asia (BBCA) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan kontribusi penurunan 9,39 poin. Selanjutnya ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menekan indeks sebesar 7,76 poin dan Bank Mandiri (BMRI) sebesar 3,47 poin.

Selain perbankan, saham Merdeka Gold Resources (EMAS) memberikan tekanan 2,23 poin, Maha Properti Indonesia (MPRO) 1,44 poin, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) 1,40 poin.

Di sisi lain, sejumlah saham mampu menahan laju penurunan IHSG. Bumi Resources (BUMI) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi kenaikan 5,47 poin, disusul Bayan Resources (BYAN) 3,03 poin dan United Tractors (UNTR) 1,81 poin.

Kemudian Adaro Andalan Indonesia (AADI) menopang 1,74 poin dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) sebesar 1,61 poin.

Sementara itu, secara sektoral, kesehatan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, yakni 1,17%. Selanjutnya sektor energi naik 0,54%, industri 0,20%, teknologi 0,03%, konsumer non-primer 0,03%, dan konsumer primer 0,02%.

Sektor properti menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 0,92%. Sektor keuangan menyusul dengan pelemahan 0,89%, utilitas 0,59%, dan bahan baku 0,26%.

Nilai tukar rupiah ditutup stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (7/9/2026), rupiah bertahan di posisi Rp17.630/US$. Posisi tersebut sama dengan penutupan perdagangan terakhir, Jumat (4/9/2026).

 

Rupiah sejatinya berhasil dibuka menguat 0,11% ke level Rp17.610/US$ pada pagi kemarin. Namun demikian, mata uang Garuda kemudian berbalik melemah hingga menyentuh posisi terendah kemarin di Rp17.665/US$, sebelum akhirnya memangkas pelemahan dan mengakhiri perdagangan di level penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,09% ke posisi 99,088. Setelah ditutup menguat 0,27% pada perdagangan Jumat pekan lalu.



Pergerakan rupiah kemarin berlangsung di tengah pengumuman kenaikan cadangan devisa Indonesia dan melemahnya dolar AS di pasar global.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat US$1,2 miliar dibandingkan posisi akhir Juli sebesar US$145,3 miliar.

Kenaikan cadangan devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Peningkatan tetap terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi rupiah oleh BI.

Sementara dari sisi Surat Berharga Negara (SBN), imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia mengalami penurunan hal ini mengindikasikan investor didominasi oleh pembeli dibandingkan dengan penjual di pasar.

SBN bergerak menguat ke level 7,088% pada perdagangan Senin kemarin, di mana pada hari sebelumnya imbal hasil SBN 10 tahun terpantau ditutup pada level 7,102%



Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Stret tutup pada Senin kemarin untuk merayakan Hari Buruh.

Dari bursa Eropa, indeks utama mengakhiri perdagangan Senin dengan pergerakan yang bervariasi setelah pasar Asia-Pasifik secara umum menguat. Perhatian investor tertuju pada perkembangan terbaru terkait perang Amerika Serikat (AS)-Iran.

Indeks acuan pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sedikit di bawah level datar. Indeks utama Prancis, CAC 40, memimpin penguatan dengan naik 0,33%, disusul FTSE MIB Italia yang menguat 0,25%. Sementara itu, FTSE 100 Inggris turun hampir 0,1%, sedangkan DAX Jerman melemah 0,25%.




Bursa EropaBursa Eropa Foto: cnbc

 

Di Asia, Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 2,12%, sementara Kospi Korea Selatan melonjak 4,61%. Indeks CSI 300 China daratan naik 0,59%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik tipis.

Harga minyak bergerak naik di tengah berlanjutnya gejolak di Timur Tengah. AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran selama akhir pekan, sementara Komando Pusat AS (U.S. Central Command) mengatakan Teheran telah menargetkan kapal-kapal perang AS dengan rudal balistik.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, terakhir tercatat naik 1,45% menjadi US$97,68 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,65% dan diperdagangkan di US$92,99 per barel.

 

Harapan untuk tercapainya kesepakatan dengan Iran juga semakin menipis. Menteri Energi AS Chris Wright pada Minggu mengatakan kesepakatan nuklir dengan Iran kemungkinan tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

“Bisa saja tidak ada kesepakatan nuklir. Mungkin yang terjadi adalah menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukannya,” ujar Wright dalam program This Week di ABC News.

Pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir berulang kali disebut Presiden Donald Trump sebagai salah satu tujuan utama kampanye militer AS. Namun, Trump juga terus berupaya mencapai kesepakatan diplomatik dengan Teheran di tengah perang, yang telah mendorong harga energi melonjak di berbagai belahan dunia.

Pernyataan Wright mengindikasikan bahwa pemerintahan AS dapat berupaya menghilangkan kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir meskipun tidak berhasil mencapai kesepakatan formal dengan Teheran.

Sentimen pasar hari ini diperkirakan bergerak campuran setelah data ekonomi yang dirilis kemarin menunjukkan penguatan pada ketahanan eksternal Indonesia. Cadangan devisa nasional kembali meningkat dan memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Perhatian pelaku pasar hari ini akan beralih ke pertumbuhan ekonomi Jepang, kinerja perdagangan China, serta perkembangan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan yen, yuan, dolar AS, harga komoditas, serta arah rupiah dan pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan.

Dari dalam negeri, kembali dibukanya Bandara Soekarno Hatta serta menurunnya aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi kabar baik.

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1.Bandara Soekarno-Hatta Dibuka, Berapa Besar Dampak Ekonomi Letusan Gunung Anak Krakatau?

Sejumlah bandara yang sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi secara bertahap.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara kembali aktif sejak 8 September pukul 00.01 WIB. Sementara Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe dibuka pada 02.25 WIB.

Adapun Bandara Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan kondisi.




Penumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaPenumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana Foto: Penumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin 7 September 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Pembukaan bandara tetap disertai inspeksi armada oleh otoritas dan maskapai. Pilot serta kru juga wajib memahami restricted polygon, yakni wilayah udara yang dibatasi karena terdampak abu vulkanik.

Sebelumnya, delapan bandara sempat terdampak erupsi Anak Krakatau sejak Sabtu (5/9/2026). Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam sendiri telah kembali beroperasi normal sejak Senin,  7 September pukul 09.00 WIB.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyebut penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi mengganggu arus ekspor-impor RI.

Pada 2025, nilai ekspor nonmigas melalui Soetta mencapai US$9,9 miliar dan impor US$20,77 miliar, atau sekitar US$84,03 juta per hari.

Gangguan selama 8 jam berpotensi menunda perdagangan sekitar US$28 juta. Jika berlangsung 48 jam, nilainya bisa mencapai US$168 juta atau Rp2,96 triliun.

Setijadi menegaskan angka tersebut merupakan nilai barang yang berpotensi tertunda, bukan kerugian langsung. Ia mendorong pengalihan kargo ke bandara dan moda transportasi alternatif untuk menjaga rantai pasok.

Sejumlah ekonom menilai erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 5 September 2026 hanya memberi dampak terbatas terhadap ekonomi RI, meski mengganggu penerbangan hingga 1.558 penerbangan tertunda dan delapan bandara ditutup.

Kepala Pusat Riset Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufikurahman memperkirakan, jika gangguan berlangsung sepekan dan separuh aktivitas pulih sebelum akhir September, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 hanya tertekan 0,003 poin persentase. Jika berlangsung tiga pekan, tekanannya bisa mencapai 0,015 poin persentase.

Senada, CORE Indonesia menilai dampak awal akan terkonsentrasi pada sektor transportasi, pariwisata, dan logistik. Namun, dampaknya diperkirakan tidak signifikan terhadap pertumbuhan nasional karena aktivitas masyarakat dan distribusi barang masih dapat dialihkan.

Ekonom mengingatkan, dampak bisa membesar jika erupsi berlangsung lama hingga menghambat logistik, pasokan bahan baku, produksi, dan mendorong pembatalan perjalanan.

2. Cadangan Devisa Indonesia Agustus 2026

Cadangan devisa Indonesia naik menjadi US$146,5 miliar pada Agustus, dari US$145,3 miliar pada Juli, berdasarkan data yang dirilis kemarin, Senin, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB.

Kenaikan sebesar US$1,2 miliar membawa cadangan devisa Indonesia ke posisi tertinggi sejak Maret.

Peningkatan tersebut terutama ditopang penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Tambahan cadangan tersebut mampu mengimbangi kebutuhan pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilisasi rupiah yang dilakukan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,4 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jumlah itu masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Kenaikan cadangan devisa menjadi sentimen positif bagi rupiah karena memperkuat kemampuan Bank Indonesia dalam meredam volatilitas nilai tukar sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik.


3. Pertumbuhan Ekonomi Jepang Kuartal II-2026

Estimasi final pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II-2026 secara tahunan dijadwalkan diumumkan hari ini, Selasa, 8 September 2026 pukul 06.50 WIB. Konsensus pasar memperkirakan ekonomi Jepang tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,1%, melambat dari 1,8% pada kuartal sebelumnya.

Proyeksi juga berada pada level 1,1%.

Estimasi awal menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,1%, dengan konsumsi swasta belum memberikan kontribusi terhadap ekspansi ekonomi karena rumah tangga masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Belanja pemerintah meningkat, tetapi investasi bisnis melemah di tengah ketidakpastian global. Perdagangan internasional menjadi salah satu penopang setelah ekspor naik dan impor mengalami penurunan.

Revisi di atas konsensus akan mengindikasikan bahwa perekonomian Jepang memiliki momentum yang lebih kuat dari perkiraan dan berpotensi memberikan dukungan terhadap yen serta pasar saham Jepang.

Sebaliknya, revisi ke bawah akan memperbesar kekhawatiran terhadap lemahnya konsumsi domestik dan dapat mengurangi peluang Bank of Japan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.


4. Neraca Perdagangan China Agustus 2026

Neraca perdagangan China periode Agustus dijadwalkan dirilis hari ini, Selasa, 8 September 2026 pukul 10.00 WIB. Konsensus pasar memperkirakan surplus meningkat menjadi US$119,1 miliar, dengan proyeksi sekitar US$120 miliar, dari surplus US$112,5 miliar pada Juli.

Peningkatan surplus diperkirakan ditopang pertumbuhan ekspor sebesar 25% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 23,9% pada Juli.

Sementara itu, impor diperkirakan tumbuh 30%, meningkat dari 27,5% pada periode sebelumnya. Pada Juli, nilai ekspor China tercatat sebesar US$397,85 miliar, sedangkan impor mencapai US$285,35 miliar.

Kinerja ekspor sebelumnya ditopang pengiriman produk teknologi tinggi dan semikonduktor serta peningkatan perdagangan dengan negara-negara ASEAN. Pertumbuhan impor yang kuat juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambgantaran mengenai kondisi permintaan domestik dan aktivitas industri China.

Surplus yang lebih besar dari konsensus dengan ekspor dan impor yang sama-sama kuat akan menjadi sentimen positif bagi yuan, saham China, dan harga komoditas.

Namun, jika surplus meningkat hanya karena pertumbuhan impor melemah, pasar dapat memandang angka tersebut sebagai tanda bahwa permintaan domestik China masih rapuh.

Bagi Indonesia, penguatan impor China dapat memberikan sentimen positif terhadap batu bara, minyak kelapa sawit, logam, dan komoditas ekspor lainnya. Sebaliknya, realisasi ekspor maupun impor yang berada di bawah perkiraan berpotensi menekan pasar saham regional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China.

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Telkomsel secara resmi meluncurkan Halo Optima evolusi terbaru layanan pascabayar yang fleksibel dan relevan dengan gaya hidup digital terkini


  • Komisi XII DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen EBTKS KESDM dan Dirut Pertamina Patra Niaga di ruang rapat Komisi XII DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat


  • Press Conference Launching Halo Optima yang akan diselenggarakan di Korea 360, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan

  • Pertumbuhan PDB Jepang Final Q2 2026
  • Neraca Pembayaran Jepang Juli 2026
  • Neraca Perdagangan China Agustus 2026
  • Neraca Perdagangan Jerman Juli 2026

Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:

  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO)
  • Pemberitahuan RUPS Rencana PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:





Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *