Home Finance Bank Raksasa Bakal PHK Karyawan, 2.500 Kena
Finance

Bank Raksasa Bakal PHK Karyawan, 2.500 Kena

Share
Bank Raksasa Bakal PHK Karyawan, 2.500 Kena
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank raksasa, National Australia Bank (NAB) menyatakan akan memangkas hingga 2.500 posisi pekerjaan, Selasa (20/10/2026). Jumlah ini sekitar 6% dari total tenaga kerjanya di 2027.

Mengutip Reuters, bank pemberi pinjaman bisnis terbesar di Australia ini menyebutkan bahwa hingga 1.500 posisi akan dihapus paling lambat akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menyederhanakan operasional di tengah prospek pertumbuhan kredit yang semakin menantang.

Lebih rinci, manajemen mengatakan pengurangan sebagian besar menyasar fungsi-fungsi korporat, bukan peran perbankan yang berhubungan langsung dengan nasabah. NAB juga berencana untuk mengurangi secara signifikan penggunaan konsultan dan kontraktor.

Perombakan ini akan menimbulkan biaya restrukturisasi sekitar A$300 juta (sekitar Rp3,77 triliun), sebelum pajak pada tahun 2027, yang mencakup biaya untuk pemutusan hubungan kerja (PHK), penempatan ulang karyawan, dan penataan ulang organisasi. Sebagai perbandingan, NAB memperkirakan akan ada biaya sekitar A$80 juta sebelum pajak pada tahun 2025 dan 2026.

“Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, hasil manajemen risiko, dan eksekusi, sekaligus menjadikan bank tersebut lebih sederhana dan lebih efisien,” kata CEO NAB, Andrew Irvine.

Pihak bank menyatakan bahwa langkah-langkah ini akan menciptakan ruang untuk terus berinvestasi pada prioritas utama. Termasuk pengembangan perbankan bisnis, peningkatan simpanan, serta penguatan bisnis penyaluran kredit perumahan milik bank tersebut.

Tekanan ke Bank

Pengurangan jumlah karyawan ini terjadi di tengah tekanan yang meningkat terhadap bank-bank di Australia. Di mana melemahnya aktivitas sektor perumahan, persaingan yang semakin ketat, dan tingginya biaya operasional telah membebani perolehan laba.

Pada bulan Agustus, NAB memperingatkan bahwa pertumbuhan kredit perumahan akan melambat tajam pada tahun 2027 menyusul reformasi pajak properti oleh pemerintah federal, sebuah kebijakan yang menurut bank tersebut telah menekan permintaan dari pembeli rumah maupun investor. Saat itu, Irvine mengungkapkan bahwa kombinasi dari ketidakpastian geopolitik, suku bunga domestik yang lebih tinggi, dan perubahan kebijakan pajak telah menciptakan tantangan bagi para nasabah.

Berdasarkan laporan tahunan terbarunya, NAB memiliki 41.880 karyawan di seluruh dunia per 30 September 2025.

Langkah ini menyusul upaya restrukturisasi serupa yang dilakukan oleh pesaingnya, ANZ, yang tahun lalu mengumumkan rencana untuk memangkas sekitar 3.500 posisi pekerjaan hingga September 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari program penyederhanaan yang dipimpin oleh CEO Nuno Matos untuk mengurangi duplikasi dan menekan biaya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *