Home Finance Bareskrim Polri Kejar Pelaku Penyelewengan Pangan, Prioritas 11 Bidang
Finance

Bareskrim Polri Kejar Pelaku Penyelewengan Pangan, Prioritas 11 Bidang

Share
Bareskrim Polri Kejar Pelaku Penyelewengan Pangan, Prioritas 11 Bidang
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan menindaklanjuti 11 persoalan pangan yang menjadi prioritas, setelah menerima laporan dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Sejumlah persoalan yang disorot mencakup beras fortifikasi tak sesuai, hingga pakan ternak.

Kepala Bareskrim Polri Asep Safrudin mengatakan, pakan ternak menjadi salah satu dari 11 item yang akan ditindaklanjuti kepolisian.

“Ya termasuk pakan ternak masuk dalam 11 item yang harus menjadi prioritas, untuk kita tindak lanjuti,” kata Asep saat ditemui di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Perlu diketahui, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah meminta Polri mengusut tuntas 11 kasus pangan tersebut. Ia menyoroti sejumlah persoalan, termasuk dugaan permainan pihak tertentu yang dinilai berkontribusi terhadap kenaikan harga pangan di pasaran.

“(Yang minta dijadikan prioritas pengusutan) ada beras fortifikasi, sawit, pakan ternak, kita lihat ayam segala macam. Kenapa? Harga jual di peternak turun, tapi di konsumen naik. Ada inflasi lagi, inflasi ayam dengan telur. kan kasihan,” ucap Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta.

Amran pun menduga terdapat mafia yang bermain di sektor pangan. Karena itu, ia meminta kepolisian turun tangan untuk menyelidiki berbagai persoalan tersebut.

Permintaan itu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Amran dan Asep. Dalam pertemuan tersebut, Bareskrim juga menerima informasi mengenai sejumlah persoalan pangan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Empat Laporan Fortifikasi Diproses

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Bareskrim menyatakan tengah memproses empat laporan polisi terkait kasus tersebut, dan akan mengecek perusahaan atau badan hukum yang diduga melakukan pelanggaran.

Adapun kasus beras fortifikasi mencuat setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak dan mengambil sampel beras fortifikasi atau beras khusus yang diklaim mengandung tambahan vitamin dan mineral pada April 2026.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap 27 merek beras dengan klaim tambahan gizi, sebanyak 25 merek dilaporkan tidak memenuhi standar.

Ke-25 merek tersebut adalah Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crysta, HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, dan Wellfarm Beras Diabet.

Kerugian konsumen akibat dugaan beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar tersebut diperkirakan mencapai Rp89 triliun pada 2026.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *