Home Finance Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?
Finance

Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

Share
Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten batu bara milik konglomerat Dato’ Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 23 November 2026 pukul 14.00 WIB. Agenda ini digelar tak lama setelah entitas milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, PT Jhonlin Baratama, merampungkan akuisisi sebagian saham perseroan.

Mengutip pengumuman resmi perseroan yang dirilis Kamis (15/10/2026), pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham di Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra pada 29 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB (recording date).

Adapun pemanggilan rapat akan diumumkan pada 30 Oktober 2026 melalui situs Bursa Efek Indonesia (BEI), situs penyedia e-RUPS PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta situs resmi perseroan.

Hingga berita ini ditulis, perseroan belum membeberkan mata acara rapat. Rincian agenda baru akan disampaikan bersamaan dengan pemanggilan rapat. Manajemen juga membuka ruang bagi pemegang saham yang mewakili sedikitnya 1/20 dari total saham dengan hak suara sah untuk mengusulkan agenda secara tertulis, paling lambat tujuh hari sebelum tanggal pemanggilan.

RUPSLB akan digelar secara fisik dan elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI. Perseroan merekomendasikan pemegang saham hadir dengan memberikan kuasa dan suara secara elektronik.

Haji Isam Pegang 30,25% Saham BYAN

Pengumuman RUPSLB ini muncul hanya sepekan setelah PT Jhonlin Baratama resmi menjadi pemegang saham signifikan BYAN. Sebelumnya, CNBC Indonesia memberitakan Jhonlin Baratama mengambil alih 10.084.088.370 saham atau setara 30,25% modal ditempatkan dan disetor BYAN dari Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, transaksi tersebut tercatat pada 8 Oktober 2026 dengan harga Rp2.588 per saham, jauh di bawah harga pasar. Dengan demikian, nilai transaksi mencapai sekitar Rp26,1 triliun. Akuisisi dilakukan melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS).

Kala itu, manajemen BYAN menegaskan tidak ada perubahan rencana pengembangan usaha, belanja modal, investasi, maupun ekspansi perseroan. Manajemen juga menyebut belum ada pembahasan dengan Jhonlin Baratama terkait potensi sinergi kedua pihak.

Meski agenda belum diumumkan, pelaku pasar menaruh perhatian pada kemungkinan RUPSLB kali ini membahas perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Lazimnya, masuknya pemegang saham baru dengan porsi signifikan kerap diikuti penyesuaian jajaran pengurus, terutama untuk menempatkan perwakilan pemegang saham baru di kursi manajemen.

Saat ini, Low Tuck Kwong masih menjabat sebagai Direktur Utama BYAN. Surat pemberitahuan RUPSLB kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bernomor 550/BR-OJK/X/2026 pun masih diteken oleh Low Tuck Kwong bersama Direktur Jenny Quantero.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari perseroan maupun Jhonlin Baratama terkait rencana perombakan manajemen. Kepastian mengenai mata acara RUPSLB baru akan terjawab saat pemanggilan rapat pada akhir Oktober mendatang.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *