
Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali memicu gelombang protes di Honduras. Sejumlah ruas jalan dan jalan raya diblokade massa pada Senin (28/9/2026) waktu setempat setelah penyesuaian harga BBM terbaru mulai berlaku di seluruh negeri.
Media lokal, sebagaimana dikutip Anadolu Agency, melaporkan aksi demonstrasi terjadi di ibu kota Tegucigalpa, San Pedro Sula, Villanueva dan sejumlah wilayah lainnya. Para pengunjuk rasa menutup akses jalan dengan membakar ban serta menuntut pemerintah menghentikan kenaikan harga BBM, menurut surat kabar lokal El Heraldo.
Kenaikan terbaru tersebut menjadi yang ke-11 secara berturut-turut dalam 11 minggu terakhir. Artinya, harga BBM di Honduras terus mengalami penyesuaian selama hampir tiga bulan.
Di Tegucigalpa, harga bensin premium naik 4,87 lempira menjadi 153,17 lempira atau sekitar Rp102.000 per galon. Sementara itu, bensin reguler naik 2,45 lempira menjadi 135,26 lempira atau sekitar Rp90.000 per galon.
Pemerintah sebenarnya telah meningkatkan subsidi BBM sementara dari 65% menjadi 70% pada pekan ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga BBM di pasar internasional. Namun, menurut Sekretariat Energi Honduras, tambahan subsidi itu belum mampu mencegah kenaikan harga yang harus dibayar konsumen.
Aksi protes dilaporkan berlangsung di sejumlah titik, termasuk ruas jalan yang menghubungkan Tegucigalpa dengan wilayah selatan dan timur Honduras. Demonstran mendesak pemerintah mengambil langkah untuk menahan harga BBM sekaligus menyoroti dampak kenaikan biaya energi terhadap tarif transportasi dan pengeluaran rumah tangga.
Meski aksi massa dan pemblokiran jalan terjadi di berbagai wilayah, Institut Transportasi Darat Honduras menyatakan belum ada seruan resmi untuk melakukan mogok transportasi secara nasional dari organisasi-organisasi perwakilan sektor tersebut.
Institut itu mengatakan perwakilan pelaku usaha transportasi telah memastikan tidak ada kesepakatan untuk menghentikan layanan. Mereka juga menyatakan tetap bersedia menjalankan aktivitas transportasi sembari membuka ruang dialog dengan pemerintah.
Kelompok transportasi sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran bahwa harga BBM yang terus meningkat akan menambah beban biaya operasional. Mereka juga meminta pemerintah membuka pembicaraan untuk membahas dampak kenaikan tersebut.
Pemerintah sendiri masih mempertahankan subsidi untuk sejumlah produk BBM sebagai upaya meredam dampak kenaikan harga terhadap masyarakat.
Harga gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga tidak mengalami perubahan berkat subsidi sementara tersebut. Namun, harga LPG yang digunakan untuk kendaraan bermotor ikut mengalami kenaikan.
Pemerintah Honduras kemudian meminta para demonstran dan pelaku usaha transportasi tetap mengedepankan dialog seiring berlakunya penyesuaian harga BBM terbaru.
(luc/luc)
Leave a comment