
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) l mengumumkan pencabutan status pemantauan khusus terhadap 92 emiten. Hal itu seiring dengan penyesuaian kebijakan papan pemantauan khusus yang mulai berlaku efektif pada 28 September 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dasar dan kriteria emiten-emiten yang dikeluarkan mulai dari harga saham rata-rata di bawah Rp51 disertai likuiditas rendah yang masuk ke dalam kriteria 1.
Selanjutnya, opini disclaimer pada laporan keuangan auditan yang masuk ke dalam kriteria 2, tidak adanya perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir yang masuk pada kriteria 3, belum diperolehnya pendapatan usaha inti pada perusahaan tambang mineral dan batu bara yang telah beroperasi empat tahun sejak pencatatan yang masuk pada kriteria 4.
Kemudian juga karena ekuitas negatif yang masuk ke dalam kriteria 5, berdasarkan kriteria 6 yaitu tidak terpenuhinya ketentuan free float sesuai Peraturan I-A dan I-V, kriteria 7 mencakup likuiditas transaksi harian yang rendah.
Selain itu juga mengacu kriteria 8 pada kondisi PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian baik pada perusahaan tercatat, maupun anak usahanya yang material yang masuk ada kriteria 9.
Serta penghentian sementara perdagangan efek lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan yang masuk ke dalam kriteria 10, hingga kondisi lain yang ditetapkan Bursa dengan persetujuan atau perintah OJK seperti pada kriteria 11.
BEI menjelaskan bahwa pencabutan kriteria 1, 6, 7, dan 10 dari seluruh emiten di atas merupakan tindak lanjut atas dihapuskannya keempat kriteria tersebut dalam Peraturan Bursa I-X yang baru, yang mulai berlaku efektif mulai hari ini.
Adapun saham yang pindah ke papan utama
sebanyak 22 emiten, antara lain, PT. Pan Brothers Tbk. (PBRX) dan PT. Berlian Laju Tanker Tbk. (BLTA), PT. Aksara Global Development Tbk. (GAMA), PT. Intikeramik Alamasri Industri Tbk. (IKAI), PT. Agung Semesta Sejahtera Tbk. (TARA), PT. Express Transindo Utama Tbk. (TAXI), PT. Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN), PT. PP Properti Tbk. (PPRO), PT. Winner Nusantara Jaya Tbk. (WINR), PT. Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP).
Selnjutnya, PT. MNC Asia Holding Tbk. (BHIT), dan PT. MNC Vision Networks Tbk. (IPTV), PT. Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW), PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST), PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT. Tri Banyan Tirta Tbk. (ALTO), PT. Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (ASMI), PT. Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN), PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB), PT. Mulia Industrindo Tbk. (MLIA) PT. AEP Pinago Plantations Tbk. (PNGO), PT. Akasha Wira International Tbk. (ADES).
Sementara, saham yang pindah ke papan pengembangan antara lain, PT. Pollux Properties Indonesia Tbk. (POLL), PT. Indosterling Technomedia Tbk. (TECH), PT. Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR), PT. Arkha Jayanti Persada Tbk. (ARKA), PT. Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU), PT. Andira Agro Tbk. (ANDI), PT. Armidian Karyatama Tbk. (ARMY), PT. Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI), PT. Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ), PT. Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD), PT. Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK), PT. Capri Nusa Satu Properti Tbk. (CPRI), PT. Bakrieland Development Tbk. (ELTY), PT. Himalaya Energi Perkasa Tbk. (HADE), PT. Hotel Mandarine Regency Tbk. (HOME), PT. Inti Agri Resources Tbk. (IIKP), PT. Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. (KIAS), PT. Jaya Bersama Indo Tbk. (DUCK) PT. Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP).
Selain itu, ada PT. Multi Agro Gemilang Plantation Tbk. (MAGP), PT. Sinergi Megah Internusa Tbk. (NUSA), PT. Polaris Investama Tbk. (PLAS), PT. Rimo International Lestari Tbk. (RIMO), PT. Trada Alam Minera Tbk. (TRAM), PT. Triwira Insanlestari Tbk. (TRIL), PT. Cahaya Bintang Medan Tbk. (CBMF), PT. Sugih Energy Tbk. (SUGI), PT. Mitra International Resources Tbk. (MIRA), PT. Pool Advista Indonesia Tbk. (POOL), PT. Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU), PT. Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), PT. Andalan Perkasa Abadi Tbk. (NASA), PT. Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA), PT. Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT), PT. Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS), PT. Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME), PT. Sari Kreasi Boga Tbk. (RAFI), PT. Saptausaha Gemilangindah Tbk. (SAGE), dan PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk. (PCAR).
Ada juga PT. Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI), PT. Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO), PT. Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS), PT. Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE), PT. Duta Pertiwi Nusantara Tbk. (DPNS), PT. Indointernet Tbk. (EDGE), PT. Map Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB), PT. Toba Pulp Lestari Tbk. (INRU) PT. Master Print Tbk. (PTMR), PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT. Northcliff Citranusa Indonesia Tbk. (SKYB), PT. Nusantara Inti Corpora Tbk. (UNIT), PT. Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA), PT. Duta Pertiwi Tbk. (DUTI), PT. ALSOK Indonesia Services Tbk. (SOSS), PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN).
Selain itu, ada PT. Sriwahana Adityakarta Tbk. (SWAT), PT. Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS), PT. Visi Media Asia Tbk. (VIVA), PT. Lionmesh Prima Tbk. (LMSH), PT. MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE), PT. Griptha Putra Persada Tbk. (GRPH), PT. Indo Komoditi Korpora Tbk. (INCF), PT. Ifishdeco Tbk. (IFSH), PT. Multifiling Mitra Indonesia Tbk. (MFMI), PT. Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE), serta PT. Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI) dan PT. Metro Realty Tbk. (MTSM).
Sedangkan yang pindah ke papan akselerasi, antara lain, PT. Fimperkasa Utama Tbk. (FIMP), PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), dan PT. Menn Teknologi Indonesia Tbk. (MENN)
(rob/rob)
Leave a comment