
Jakarta, CNBC Indonesia – Pihak kepolisian Israel pada hari Senin pagi resmi menangkap Wali Kota Kfar Saba, Rafi Sa’ar, beserta istrinya dan 15 tersangka lainnya. Penangkapan massal ini dilakukan atas dugaan penerimaan suap dari sejumlah individu, termasuk kelompok kriminal, sebagai imbalan untuk memuluskan tender di berbagai bidang di dalam otoritas lokal tersebut.
Mengutip Times of Israel, Selasa (13/10/2026), sebuah investigasi penyamaran selama lebih dari setahun oleh unit kejahatan khusus Lahav 433 yang disiarkan oleh lembaga penyiaran publik Kan menyimpulkan bahwa suap senilai jutaan shekel telah mengalir di sepanjang periode tender. Aliran dana gelap ini diketahui mulai terjadi tepat setahun setelah Sa’ar terpilih sebagai wali kota.
Seorang pejabat senior di unit tersebut mengungkapkan kepada harian Maariv bahwa rincian skandal ini berkaitan erat dengan pelanggaran yang telah dimulai sejak tahun 2019, dan penyelidikannya sendiri baru dimulai pada bulan Mei tahun lalu. Penyelidikan membuktikan bahwa elemen kriminal yang dikenal luas di Israel tengah secara langsung terlibat dalam menangani uang suap sebagai imbalan untuk memenangkan tender. Kepolisian juga menambahkan bahwa para penjahat ini turut melakukan berbagai tindakan kekerasan selama periode tersebut.
Menurut laporan Kan, istri wali kota, Meital Sa’ar, merupakan sosok yang berhubungan langsung dengan berbagai pengusaha dan individu yang memiliki kepentingan finansial, termasuk para penjahat, dengan imbalan pembayaran uang tunai. Mereka yang terlibat sangat menyadari bahwa membangun hubungan timbal balik dengan istri wali kota adalah kunci utama agar ia beroperasi di belakang layar untuk memastikan mereka diunggulkan dalam memenangkan tender proyek.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa wali kota dan kepala sebuah perusahaan keuangan bekerja sama untuk memastikan pemberian tender kepada para penyuap. Uang tunai yang diterima diduga kuat digunakan oleh Meital Sa’ar untuk mendanai perjalanan internasional dan berbelanja barang-barang mewah. Kan mencatat gaya hidup mewah pasangan ini, di mana sang wali kota mengendarai mobil Tesla, sementara istrinya menggunakan Audi.
Lebih jauh, polisi dilaporkan menemukan fakta mengejutkan dalam penyelidikan mereka bahwa elemen kriminal ternyata turut membantu Sa’ar terpilih sebagai wali kota. Mereka campur tangan melalui praktik jual beli suara dan memaksa kandidat lain untuk mundur dari pencalonan.
Atas rentetan skandal ini, polisi mencurigai para tersangka telah melakukan kejahatan berat yang meliputi korupsi publik, penyuapan, penipuan, pelanggaran kepercayaan, pencucian uang, pelanggaran pajak, dan sejumlah kejahatan lainnya. Pada Senin pagi, polisi meringkus 17 orang, termasuk pasangan Sa’ar dan kepala perusahaan keuangan yang identitasnya belum diungkap ke publik. Tujuh orang lainnya juga ditahan untuk menjalani interogasi.
Penggeledahan yang dilakukan secara mendadak di kantor kota dan rumah pasangan tersebut berhasil menemukan tumpukan uang tunai terorganisir yang disembunyikan di tempat-tempat yang sudah diperkirakan oleh para penyelidik, lapor situs berita Ynet dan Kan. Polisi dilaporkan turut menyita jam tangan dan tas mewah yang dimiliki pasangan wali kota itu, serta mengamankan bukti penerbangan dan pembelian di luar negeri.
Ynet mencatat bahwa pada perjalanan internasional terakhir mereka, Meital Sa’ar sempat dicegat dan diinterogasi oleh pihak bea cukai terkait uang tunai senilai US$ 6.500 (Rp 116.350.000) yang dibawanya.
Menanggapi berbagai tuduhan serius tersebut, Wali Kota Sa’ar dalam sebuah pernyataan resmi mengutarakan bahwa ia memahami kekhawatiran publik dan berniat penuh untuk bekerja sama dalam penyelidikan.
“Saya percaya bahwa penyelidikan akan memungkinkan gambaran lengkap disajikan. Karena penyelidikan yang sedang berlangsung, saya tidak dapat mengomentari rinciannya sekarang,” ungkapnya.
“Saya ingin menghindari penarikan kesimpulan sebelum faktanya jelas.”
(tps/tps)
Leave a comment