Home Finance Bersiap Harga HP Bakal Naik Gila-Gilaan, Sinyalnya Makin Kencang
Finance

Bersiap Harga HP Bakal Naik Gila-Gilaan, Sinyalnya Makin Kencang

Share
Bersiap Harga HP Bakal Naik Gila-Gilaan, Sinyalnya Makin Kencang
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan harga smartphone berpotensi kembali terjadi dalam waktu dekat. Penyebabnya, salah satu produsen chip terbesar dunia, Qualcomm, dikabarkan akan menaikkan harga produknya hingga dua digit.

Kebijakan ini diperkirakan berdampak luas terhadap harga berbagai perangkat, mulai dari ponsel Android flagship, PC berbasis AI, hingga perangkat wearable.

Sejumlah perangkat yang menggunakan prosesor Qualcomm antara lain seri Samsung Galaxy, termasuk Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8. Selain itu, chip Qualcomm juga digunakan pada PC Microsoft Copilot+ serta perangkat wearable seperti kacamata pintar Ray-Ban Meta.

Artinya, kenaikan harga chip Qualcomm berpotensi memicu kenaikan harga berbagai produk dari banyak merek dan kategori perangkat.

Bloomberg melaporkan Qualcomm telah mengirimkan surat edaran kepada para pelanggannya untuk memberitahukan perubahan harga tersebut. Perusahaan disebut akan mulai memberlakukan harga baru untuk produk yang dikirim setelah 1 September.

Qualcomm dilaporkan menyampaikan kepada para pelanggannya bahwa perusahaan tidak lagi mampu menyerap kenaikan biaya komponen dari para pemasok. Perusahaan juga mengaku telah mencoba mencari komponen alternatif dari sumber baru, demikian dikutip dari Engadget, Rabu (29/7/2026).

Untuk diketahui, sebagian besar chip Qualcomm diproduksi oleh TSMC, yang saat ini menghadapi kendala pada rantai pasok.

Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Qualcomm juga terdampak kelangkaan memori dan komponen akibat melonjaknya permintaan untuk pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Selain harus menanggung biaya komponen yang semakin mahal, penjualan Qualcomm juga disebut mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Bloomberg menjelaskan penjualan perusahaan menurun karena pelanggan Qualcomm tidak mampu memproduksi perangkat sebanyak biasanya akibat keterbatasan pasokan komponen.

Meski demikian, Qualcomm masih membukukan pendapatan kuartal II-2026 yang melampaui perkiraan analis. Hal itu menunjukkan permintaan terhadap produk perusahaan masih cukup kuat, meski tekanan di sisi pasokan dan biaya produksi terus meningkat.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *