Home Finance BI Sudah Kucurkan Insentif Likuiditas Rp431,9 T, Bank BUMN Dapat 50,8%
Finance

BI Sudah Kucurkan Insentif Likuiditas Rp431,9 T, Bank BUMN Dapat 50,8%

Share
BI Sudah Kucurkan Insentif Likuiditas Rp431,9 T, Bank BUMN Dapat 50,8%
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) telah mengucurkan insentif likuiditas dalam bentuk kebijakan likuiditas makroprudensial atau KLM senilai Rp 431,9 triliun hingga pekan pertama Juli 2026.

“Dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp 369,0 triliun serta interest rate channel sebesar Rp 62,9 triliun,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp219,6 triliun, BUSN sebesar Rp172,5 triliun, BPD sebesar Rp31,7 triliun, dan KCBA sebesar Rp8,1 triliun.

Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan KLM untuk mendukung pendalaman pasar uang,” ujar Perry.

Untuk menjaga likuiditas bank, Perry menekankan, BI juga telah mengeluarkan kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) yang telah dimanfaatkan oleh bank sejak 1 Juli 2026 untuk meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam memperoleh pendanaan guna terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan.

“Koordinasi dengan Pemerintah, KSSK, dan perbankan juga diperkuat untuk menjaga ketahanan likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan,” tuturnya.

(arj/arj)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *