Ketegangan meluas di jalan-jalan seiring dengan dikerahkannya aparat kepolisian saat demonstrasi yang menentang tingginya biaya hidup.
Ketegangan meluas di jalan-jalan seiring dengan dikerahkannya aparat kepolisian saat demonstrasi yang menentang tingginya biaya hidup.

Para pengunjuk rasa berdiri di dekat benda-benda yang terbakar di tengah bentrokan dengan polisi saat demonstrasi menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Marseille, Prancis, Sabtu (17/10/2026). (REUTERS/Manon Cruz)

Ketegangan meluas di jalan-jalan seiring dengan dikerahkannya aparat kepolisian di tengah demonstrasi yang menentang tingginya harga kebutuhan serta memburuknya model sosial di negara tersebut.(REUTERS/Manon Cruz)

Gelombang protes ini bermula bulan lalu di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di wilayah pinggiran utara Paris yang kurang mampu. (REUTERS/Stephanie Lecocq)

Kemarahan akibat sering absennya guru dan fasilitas sekolah yang tidak layak dengan cepat berkembang menjadi gerakan nasional yang menentang ketimpangan, minimnya belanja publik, serta penurunan standar hidup. (REUTERS/Manon Cruz)

Ratusan aksi protes telah direncanakan di seluruh Prancis, dengan puluhan ribu orang diperkirakan akan turut berpartisipasi. (REUTERS/Manon Cruz)

Polisi antihuru-hara mengerahkan gas air mata untuk membubarkan para pelajar sekolah menengah dan mahasiswa yang berunjuk rasa. (REUTERS/Manon Cruz)

Aksi pada hari ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang telah mendapatkan dukungan dari para guru, orang tua, dan anggota masyarakat sipil. (REUTERS/Manon Cruz)

Pengunjuk rasa lainnya memprotes tingginya biaya hidup dan harga bahan bakar dan mengingatkan kembali pada gerakan “Rompi Kuning” (Yellow Vests) tahun 2019, yang kala itu rutin menggelar pertemuan mingguan di bundaran-bundaran jalan. (REUTERS/Abdul Saboor)

Pemerintah telah berjanji untuk menanggapi keluhan para pengunjuk rasa. Namun, dengan kondisi keuangan publik yang sedang tertekan dan biaya pinjaman yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade, pemerintah memiliki pilihan terbatas untuk berinvestasi dalam layanan publik, meskipun ada tekanan yang terus datang dari masyarakat. (REUTERS/Jack Taylor)
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident
Leave a comment