Jakarta, CNBC Indonesia – Perum Bulog tengah menyiapkan konsep beras premium yang diperkaya vitamin atau fortifikasi untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beras tersebut dirancang khusus untuk kebutuhan program MBG dan dipastikan berbeda dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Menurutnya, beras untuk MBG tidak menggunakan skema subsidi sehingga yang disiapkan adalah beras premium dengan tambahan vitamin.
“Bulog salah satu programnya ke depan akan membuat ini. Bukan (SPHP), ini premium khusus. Kan kalau MBG tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya, ini untuk mendukung program MBG,” kata Rizal saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (29/7/2026) malam.
Rizal menjelaskan, fortifikasi pada beras tersebut ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi penerima manfaat MBG, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Dengan tambahan vitamin pada beras, ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat lebih dalam mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat.
“(Supaya anak-anak) lebih cerdas ke depannya. Karena berasnya saja sudah banyak vitaminnya. Ditambah dengan lauk-pauk yang bergizi tinggi,” ujarnya.
Ia menuturkan usulan itu selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Menurut Rizal, baik Mentan maupun Kepala BGN telah memberikan respons positif terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari dukungan Bulog terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Terkait harga, Rizal memastikan beras premium khusus MBG nantinya akan disesuaikan dengan skema yang akan ditetapkan pemerintah.
“Ya nanti, harga bisa kita sesuaikan,” pungkasnya.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
|
(dce)
Add
as a preferred
source on Google

Leave a comment