
Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Hyundai Motor Jose Munoz memperingatkan Amerika Serikat (AS) berpotensi menghadapi lonjakan kendaraan China seperti yang terjadi di pasar Eropa. Menurutnya, risiko tersebut dapat meningkat jika Washington tidak mempertahankan tarif dan aturan perlindungan akses pasar.
“Jadi, menurut saya kita bisa memperkirakan hal serupa terjadi di AS, meski dalam skala yang berbeda, kecuali jika ada ketentuan-ketentuan tertentu,” kata Munoz di San Jose, California, Kamis (17/9/2026), seperti dikutip Reuters.
Pabrikan China dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat di Eropa dengan menawarkan kendaraan berharga lebih rendah. Munoz mengatakan harga mobil China di sejumlah pasar seperti Italia, Spanyol, dan Prancis bisa 30%-40% lebih murah dibandingkan model pesaing.
Tekanan tersebut terjadi meski Uni Eropa telah memberlakukan hambatan perdagangan terhadap kendaraan listrik buatan China, termasuk tarif dan komitmen harga minimum. Sementara itu, Inggris yang keluar dari Uni Eropa pada 2020 belum menerapkan tarif serupa.
“Inggris, yang dulunya merupakan pasar yang sangat kuat dan menguntungkan, kini kondisinya mirip dengan China. Semua merek terlaris berasal dari China karena tidak adanya hambatan,” ujar Munoz.
Data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) menunjukkan pangsa mobil bermerek China di Uni Eropa telah menembus lebih dari 9% pada paruh pertama tahun ini. Di Inggris, kendaraan merek China mencapai sekitar 15% dari total pendaftaran mobil baru, berdasarkan data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) pada awal tahun ini.
Di AS, impor kendaraan listrik China secara efektif terhambat tarif sekitar 100%. Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan akan menyambut produsen mobil China jika mereka membangun kendaraan di dalam negeri AS. Munoz juga menilai industri otomotif AS perlu menyiapkan aturan agar dampak masuknya produsen China dapat ditekan.
Munoz, yang pernah memimpin operasi Nissan di China, mengakui perkembangan industri otomotif negara tersebut sangat cepat. “Tingkat inovasi, tingkat peningkatan, dan teknologinya sungguh luar biasa,” katanya.
Di sisi lain, Hyundai menunda pengembangan sistem bantuan pengemudi Level 2++ internal hingga akhir 2029 dari target 2027 dan menggandeng Nvidia untuk kendaraan dengan teknologi Level 2+ dan Level 2++ pada 2028.
(sef/sef)
Leave a comment