Home Finance Bos Pengusaha Hotel RI Buka Suara Soal Dampak Erupsi Anak Krakatau
Finance

Bos Pengusaha Hotel RI Buka Suara Soal Dampak Erupsi Anak Krakatau

Share
Bos Pengusaha Hotel RI Buka Suara Soal Dampak Erupsi Anak Krakatau
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Gelombang pembatalan perjalanan akibat kondisi Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian pelaku industri hotel. Gangguan perjalanan, terutama penerbangan, dinilai bisa langsung memengaruhi tingkat keterisian kamar di sejumlah daerah yang bergantung pada kedatangan wisatawan.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) Maulana Yusran mengatakan dampak terhadap okupansi hotel tidak bisa dihindari ketika akses transportasi menuju suatu daerah terganggu. Kondisi tersebut terutama terasa di wilayah yang banyak mengandalkan wisatawan dari luar daerah.

“Ya tentu kondisinya akan pasti akan berdampak ke okupansi. Namun sekali lagi kalau kita bicara Lampung, umumnya flight-nya banyak ke Jakarta. Jadi mungkin masih banyak, masih bisa juga untuk menggunakan jalur darat. Itu salah satu strateginya,” kata Maulana kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/9/26).

Kondisi pembatalan perjalanan juga tidak berhenti pada tiket transportasi. Sejumlah wisatawan yang sudah memiliki reservasi hotel dapat mengubah rencana perjalanan mereka karena akses menuju destinasi belum sepenuhnya dapat dipastikan.




Suasana Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, setelah penghentian operasionalisasi penerbangan diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Suasana Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, setelah penghentian operasionalisasi penerbangan diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Suasana Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, setelah penghentian operasionalisasi penerbangan diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

“Kalau kita bicara dampak terhadap hotelnya tentu pasti ada. Karena bagaimanapun yang namanya penerbangan itu merupakan salah satu moda transportasi yang mendatangkan tamu,” ujarnya.

Besarnya dampak belum dapat dihitung secara pasti karena situasi di lapangan masih berubah. Data dari setiap daerah juga menjadi faktor penting untuk melihat seberapa besar tekanan yang dialami industri perhotelan.

PHRI masih memantau perkembangan di sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten dan Jakarta. Pergerakan wisatawan akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau serta akses transportasi yang tersedia.

“Traveler itu ada yang mungkin khawatir sehingga mereka meng-cancel perjalanan mereka atau bahkan memperpendek perjalanan mereka. Itu juga bisa terjadi di situ. Dan situasi itu tentu pasti akan berbeda-beda di tiap daerah,” jelas Maulana.

Menurut dia, pelaku usaha hotel perlu melihat kondisi tersebut secara fleksibel karena pembatalan perjalanan tidak selalu mencerminkan turunnya minat wisatawan terhadap sebuah daerah. Faktor keamanan dan kepastian akses menjadi pertimbangan utama ketika wisatawan memutuskan melanjutkan atau membatalkan perjalanan.

“Karena bagaimanapun yang namanya penerbangan itu adalah merupakan salah satu moda transportasi yang mendatangkan tamunya. Apalagi daerah-daerah seperti Jakarta, targetnya bukan hanya dari lokal atau domestik tapi juga mancanegara. Frekuensi penerbangan yang cukup banyak, baik internasional maupun domestic flight, pasti akan ada dampak,” pungkas Maulana.

(fys/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *