
Jakarta, CNBC Indonesia – Mengikuti booming perkembangan AI, pasar semikonduktor diyakini masih aman hinngga tahun 2027 mendatang. Ini merupakan ramalan Menteri Keuangan Korea Selatan, Lee Hyoung Il, yang juga menyebut pertumbuhannya masih bisa dipertahankan.
“Ini karena kesenjangan antara permintaan dan penawaran semikonduktor masih sangat lebar dan pasokan terus diperluas,” kata Lee Hyoung Il, dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (18/10/2026).
Dia menambahkan saham-saham chip telah memicu volatilitas di pasar saham dalam negeri. Fenomena ini, dia merujuk pada pangsa industri semikonduktor yang lebih.
Dia juga memastikan perekonomian Korea Selatan masih kokoh.
Minggu ini menjadi mimpi buruk bagi perusahaan semikonduktor. Saham yang tengah mengembangkan AI anjlok, termasuk Nvidia sebesar 1,84%, AMD 1,5%, ddan Intel kehilangan 2,8%.
Perusahaan pengembang chip Korea Selatan, SK Hynix dan Seoul Semiconductor juga mengalami nasib serupa.
Kabarnya ini terjadi karena investor khawatir soal kenaikan suku bunga dan peningkatan persaingan dari perusahaan-perusahaan China.
Pemerintah Korsel juga diingatkan bersiap dalam menghadapi perlambatan dalam perkembangan pesat AI. Penulis opini di surat kabar Maeil Business mengatakan pasar memori bakal menjadi lautan merah pada 2029 mendatang.
Di tengah fluktuasi harga saham, satu hal yang makin terlihat jelas. Bisnis chip dan komponen semikonduktor kini telah menjadi penyumbang terbesar pendapatan sekaligus laba Samsung, mengungguli divisi ponsel pintar yang dulu menjadi andalan utama.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan dari divisi chip memori dan solusi sistem kini menyumbang lebih dari 60% total laba operasional Samsung Electronics. Sementara itu, divisi ponsel dan perangkat seluler yang dulu menjadi motor pertumbuhan kini menyumbang sekitar 20-25% dari keuntungan keseluruhan.
Perbedaan ini makin terlihat tajam saat harga cip memori melonjak sepanjang tahun ini. Keuntungan dari penjualan komponen memori saja sudah melebihi total pendapatan dari penjualan ponsel pintar secara keseluruhan. Jika dulu Samsung dikenal dunia sebagai pembuat telepon, kini identitasnya telah bergeser menjadi perusahaan semikonduktor raksasa yang sekadar juga membuat ponsel.
(dem/dem)
Leave a comment