Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemahan daya beli, pelemahan nilai tukar Rupiah hingga kenaikan suku bunga menjadi sentimen yang mempengaruhi sektor otomotif nasional di tengah ketidakpastian global 2026.
Sekjen Gaikindo, Kukuh Kumara menyebutkan industri otomotif masih optimistis terhadap target bisnis di tengah ketidakpastian namun tetap waspada mengantisipasi dampaknya termasuk efek suku bunga naik ke tekanan penjualan otomotif.
Saat ini kendaraan komersial dan kendaraan di bawah Rp 300 juta sangat sensitif dengan kenaikan harga termasuk efek kenaikan suku bunga. Oleh karena itu produsen dan perusahaan pembiayaan menerapkan sejumlah penawaran untuk mendorong penjualan mobil menghadapi kondisi ini.
Melalui penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), pelaku otomotif berharap dapat mendorong penjualan 2026 di kisaran 850 ribu unit. Selain itu Gaikindo mendorong penjualan ekspor yang sudah mencapai 251 ribu unit per Juni 2026 atau naik dari tahun 2025.
Saat ini Filipina, Vietnam, Meksiko dan Timur Tengah menjadi pangsa pasar ekspor mobil RI. Seperti apa dampak suku bunga tinggi ke otomotif?
Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara dalam Evening Up, CNBC Indonesia (Selasa, 14/07/2026)
Leave a comment