Home Finance Cara Gajah dan Ular Tahu Ada Gempa Bumi Jauh Sebelum Terasa Manusia
Finance

Cara Gajah dan Ular Tahu Ada Gempa Bumi Jauh Sebelum Terasa Manusia

Share
Cara Gajah dan Ular Tahu Ada Gempa Bumi Jauh Sebelum Terasa Manusia
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak zaman dahulu, hewan sering diketahui berperilaku aneh sesaat sebelum gempa bumi melanda. Ular keluar dari lubangnya di musim dingin, hewan ternak menolak masuk kandang, hingga hiu berenang menjauh dari perairan dangkal.

Para ilmuwan mulai mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka rasakan sebelum tanah berguncang, dikutip dari laporan IFLScience, Selasa (6/10/2026).

Salah satu kisah paling terkenal terjadi di kota Haicheng, China, tahun 1975. Warga melihat ular mati membeku di salju setelah keluar lebih awal dari lubang, ternak enggan masuk kandang, dan anjing menggonggong tanpa henti.

Pemerintah kota memutuskan mengungsikan penduduk, dan tak lama kemudian gempa berkekuatan 7,3 skala Richter menghancurkan hampir 90 persen bangunan. Berkat tanda dari hewan, korban jiwa sangat sedikit.

Contoh terbaru juga banyak terjadi. Kebun Binatang San Diego melaporkan gajah-gajah segera membentuk lingkaran melindungi anak-anak mereka saat gempa berkekuatan 5,2 skala Richter mengguncang wilayah tersebut. Di negara bagian Washington, hiu dan ikan di akuarium terlihat berenang panik menjauhi permukaan tepat sebelum gempa 4,2 skala Richter terasa di daratan. Bahkan seekor penyu laut tercatat berenang menjauh ribuan kilometer sebelum letusan gunung berapi di Tonga yang memicu tsunami besar pada tahun 2022.

Lalu apa yang sebenarnya mereka rasakan? Ada beberapa penjelasan ilmiah yang sedang dipelajari:

  • Perubahan medan listrik dan magnet – Sebelum batuan tanah bergeser, tekanan di bawah permukaan menyebabkan pelepasan muatan listrik yang mengubah suasana di udara maupun air. Hewan tertentu memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap perubahan ini.
  • Getaran frekuensi rendah – Gempa memancarkan gelombang yang terlalu pelan untuk didengar manusia, tetapi dapat dirasakan oleh hewan seperti gajah yang berkomunikasi lewat getaran serupa.
  • Pelepasan zat kimia – Tekanan di kerak bumi dapat melepaskan zat baik ozon maupun hidrogen peroksida yang tercium atau dirasakan oleh hewan jauh sebelum tanah berguncang.

Setiap hewan kemungkinan merespons tanda yang berbeda. Hiu dan penyu peka terhadap perubahan medan magnet dan zat kimia di air, sementara gajah dapat merasakan getaran halus yang merambat melalui tanah.

Namun para ilmuwan mengingatkan bahwa perilaku hewan belum bisa dijadikan sistem peringatan dini yang dapat diandalkan sepenuhnya. Hewan juga bereaksi terhadap cuaca, penyakit, maupun gangguan lain. Diperlukan data yang lebih luas dan terstandar agar tanda dari alam ini dapat diubah menjadi peringatan yang dapat dipercaya

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *