
Jakarta, CNBC Indonesia – Bisnis digital printing selama ini bergantung pada pesanan yang bersifat putus, yaitu satu pesanan spanduk atau banner, satu kali transaksi. Ketika pemilik merek mulai mengalihkan sebagian anggaran promosinya ke layar digital, pengusaha percetakan dihadapkan pada pertanyaan soal sumber pendapatan berikutnya.
PT Fortu Digital Teknologi (Fortu Digital) melihat celah tersebut sebagai peluang kemitraan. Dalam ALLPRINT Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 7-10 Oktober 2026, perusahaan teknologi visual ini hadir dengan digital signage, interactive flat panel (IFP), dan videotron, sekaligus membuka ajakan kemitraan bagi pengusaha digital printing.
Adapun perbedaan mendasar antara media cetak dan media iklan digital terletak pada pola transaksinya. Media cetak dijual per pesanan, sementara layar digital membuka peluang layanan lanjutan seperti, pengelolaan konten, perawatan perangkat, hingga penyewaan layar untuk acara.
Bagi pengusaha percetakan, pola ini berpotensi menciptakan hubungan jangka panjang dengan klien, bukan hanya transaksi satu kali. Klien yang sebelumnya memesan spanduk setiap ada promo dapat dilayani melalui layar yang kontennya diperbarui secara berkala.
“Pengusaha digital printing sudah punya aset paling mahal dalam bisnis ini, yaitu kepercayaan klien. Yang kami tawarkan adalah cara untuk mengubah hubungan itu dari pesanan putus menjadi layanan yang berkelanjutan,” ungkap CEO Fortu Digital, Jovian Alvin dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).
Dia juga menambahkan bahwa hambatan terbesar bagi pengusaha percetakan untuk masuk ke bisnis layar digital umumnya ada pada sisi produk dan teknis, seperti memilih perangkat, instalasi, hingga penanganan purnajual. Oleh karena itu, skema kemitraan Fortu Digital dirancang untuk menutup celah tersebut.
Dalam skema ini, mitra fokus pada penjualan dan relasi klien di wilayahnya, sementara Fortu Digital menyediakan produk dan dukungan teknis.
Untuk diketahui, Fortu Digital, dengan kantor di Jakarta, Medan, dan Bali, telah melayani klien dari berbagai industri. Di antaranya The Westin, Hotel Tentrem, dan Grand Mercure di sektor perhotelan; RS Mitra Keluarga di sektor kesehatan; serta PT PLN, Honda Motors, dan PT Denso Indonesia dari kalangan korporasi.
Portofolio tersebut dapat menjadi referensi bagi mitra ketika menawarkan solusi ke calon klien di segmen serupa.
“Kami ingin tumbuh bersama mitra di banyak kota. Mereka yang paling paham pasar lokalnya, dan kami siap mendukung dari sisi produk dan teknis,” jelas Jovian.
Sebagai informasi, ALLPRINT Expo 2026 merupakan pameran internasional teknologi percetakan edisi ke-27 yang diselenggarakan Krista Exhibitions. Penyelenggara menargetkan lebih dari 300 peserta pameran dan 50.000 pengunjung, menjadikannya salah satu titik temu utama pelaku usaha percetakan dan periklanan di Indonesia.
Fortu Digital dapat ditemui di booth B3L008 di Hall B3 selama pameran berlangsung.
(dpu/dpu)
Leave a comment