Home Finance China Jadi Penyelamat, Turki Melawan
Finance

China Jadi Penyelamat, Turki Melawan

Share
China Jadi Penyelamat, Turki Melawan
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara melandai meskipun banyak kabar baik dari China.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara ditutup di posisi US$ 130,65 per ton pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Harganya melandai 0,27%.

Pelemahan ini datang setelah harga batu bara melonjak 1,74% pada Senin kemarin.

Harga batu bara sebenarnya mendapatkan katalis positif dari China. Namun, ada kabar buruk dari Turki yang menekan harga.



Impor batu bara China meningkat tajam pada Juni 2026 menjadi 42,78 juta ton, naik 28,6% dibanding Mei. Impor juga melesat 29,5% dibanding Juni 2025 atau secara tahunan. Kenaikan ini jauh di atas ekspektasi pasar.

Sepanjang semester I-2026, impor batu bara mencapai 225,4 juta ton, naik 1,7% secara tahunan dan menjadi level tertinggi kedua untuk periode Januari-Juni setelah rekor 2024.

Lonjakan impor didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya pembangkit listrik mempercepat pembelian untuk menghadapi puncak konsumsi listrik musim panas serta kecelakaan tambang di Shanxi pada akhir Mei memperketat pasokan batu bara domestic.

Pasokan batu bara kokas (coking coal) domestik yang ketat juga membuat importir beralih ke pasokan dari Australia, Kanada, dan Mongolia.

Di pelabuhan China selatan terjadi kemacetan akibat banyaknya kapal pembawa batu bara yang datang bersamaan. Kondisi ini justru memberi ruang bagi pembangkit listrik untuk membeli dengan harga lebih murah.

Mongolia tetap menjadi pemasok penting. Ekspor batu bara Mongolia ke China terus meningkat dan membantu memenuhi kebutuhan China setelah produksi domestik terganggu.

Ke depan, impor pada Juli diperkirakan masih berpotensi melampaui ekspektasi meski musim puncak permintaan listrik belum sepenuhnya tiba.

Penyebabnya adalah kemacetan di pelabuhan serta masih banyaknya muatan batu bara yang harus dibongkar dan dijual.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Batu bara (PLTU) Turki Batal

Turki membatalkan proyek PLTU setelah mendapat tekanan dari publik.

Aktivis lingkungan di Turki menyebut putusan pengadilan yang membatalkan perluasan PLTU Afşin-Elbistan A, pembangkit batu bara terbesar di negara itu, sebagai kemenangan rakyat.

 

Warga setempat bersama Greenpeace Türkiye menggugat rencana pembangunan dua unit tambahan PLTU di Provinsi Kahramanmaraş. Mereka menilai proyek tersebut berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, lahan pertanian, sumber daya air, dan ekosistem setempat.

Pada 8 Juli, pengadilan mencabut izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL/EIA) yang sebelumnya diberikan pada akhir 2024. Pengadilan menyatakan dampak negatif proyek terhadap lingkungan tidak dapat dibuktikan berada pada tingkat yang dapat diterima.

“Selama bertahun-tahun kami berjuang demi udara bersih, tanah yang subur, dan masa depan anak-anak kami.

Putusan ini adalah kemenangan bagi masyarakat Afşin dan Elbistan,” kata Mehmet Dalkanat dari Platform Perlindungan Kehidupan dan Alam Afşin-Elbistan, dikutip dari euronews.

Perluasan PLTU Afşin-Elbistan berkapasitas 688 megawatt (MW) merupakan satu dari hanya dua proyek batu bara yang masih aktif di Turki. Pada 2015, negara itu masih memiliki 95 proyek PLTU dengan total kapasitas 57,5 gigawatt (GW).

Dengan pembatalan ini, 97% proyek batu bara yang pernah diusulkan di Turki telah dibatalkan, tertinggi di dunia.

 

Meski demikian, Turki masih belum memiliki rencana nasional untuk menghentikan penggunaan batu bara.

Bahkan pada Juni lalu pemerintah mengumumkan rencana memperluas PLTU Cenal sebesar 1.050 MW, meski Turki akan menjadi tuan rumah bersama KTT Iklim COP31 pada November mendatang.

Batu bara masih menyumbang hampir sepertiga produksi listrik Turki. Negara itu mengoperasikan PLTU berkapasitas 20,5 GW dengan usia rata-rata pembangkit 24 tahun dan belum memiliki jadwal pensiun untuk sebagian besar pembangkitnya.

Laporan CAN Europe menyebut Turki merupakan penghasil listrik berbasis batu bara terbesar di Eropa, dan produksinya masih terus meningkat. Industri batu bara juga masih mendapat dukungan pemerintah, termasuk skema pembelian listrik dengan tarif yang dijamin hingga 2030.

(mae/mae)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *