Home Finance China Temukan Harta Karun Laut Dekat RI, Bijihnya Kaya Emas-Perak
Finance

China Temukan Harta Karun Laut Dekat RI, Bijihnya Kaya Emas-Perak

Share
China Temukan Harta Karun Laut Dekat RI, Bijihnya Kaya Emas-Perak
Share




Jakarta, CNBC IndonesiaChina menemukan “harta karun” baru di dekat RI. Dilaporkan bagaimana para penelitinya menemukan deposit mineral besar di dasar laut Pasifik Barat, yang disebut memiliki potensi sumber daya sulfida polimetalik kelas dunia.

Sulfida polimetalik adalah endapan mineral di dasar laut yang mengandung banyak jenis logam sekaligus, terutama dalam bentuk senyawa sulfida (logam yang berikatan dengan sulfur). Menariknya, sejumlah sampel bijih di lokasi juga dikatakan mengandung kadar emas dan perang yang tinggi.

Penemuan ini berkat penelitian Universitas Tsinghua, Institut Geologi Kelautan Qingdao di bawah naungan Survei Geologi China hingga Universitas Shanghai Jiao Tong. Mereka melakukan ekspedisi oseanografi, yang diberi nama Xiangyanghong 10.

Ekspedisi ini sendiri dilakukan selama 18 hari sejak 10 Agustus 2026. Para peneliti melakukan tujuh kali penyelaman menggunakan kapal selam khusus untuk mengeksplorasi kawasan tersebut.

“Endapan mineral yang baru ditemukan ini terletak di cekungan busur belakang di Pasifik barat, tepatnya di dalam zona ekonomi eksklusif China,” klaim laman Global Times, dikutip Rabu (16/9/2026).

“Analisis awal yang dilakukan di laboratorium kapal menunjukkan bahwa…. ditemukan mineral-mineral bernilai ekonomi penting,” muat kantor berita terkait pemerintah Beijing ini.

Kandungan Emas 15,4 Gram Emas per Ton Bijih

Dikatakan juga bagaimana tim menemukan kandungan emas dan perak di lokasi tersebut. Beberapa sampel yang diuji menunjukkan emas hingga 15,4 parts per million (ppm), setara dengan 15,4 gram emas dalam setiap 1 ton bijih, sementara kandungan perak mencapai 1.271 ppm atau 1.271 gram per ton.

“Konsentrasi rata-ratanya juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan endapan di daratan,” tambah laporan tersebut.

Deposit tersebut terutama terdiri dari sejumlah mineral bernilai ekonomi, antara lain kalkopirit, pirit, dan sfalerit. Mineral-mineral tersebut mengandung berbagai logam seperti tembaga, besi, seng, serta logam berharga lainnya.

“Sulfida polimetalik di kawasan tersebut dapat mencapai skala deposit dasar laut kelas dunia,” tambah laman itu.

Sebenarnya, deposit tersebut berada di wilayah dengan aktivitas tektonik yang tinggi, dekat perbatasan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina. Proses pembentukannya berkaitan dengan aktivitas hidrotermal di dasar laut.

Meskipun demikian, dari laporan CCTV News, walau memiliki konsentrasi tinggi emas, perak, tembaga, seng, dan sumber daya lainnya, endapan hidrotermal aktif ini belum siap untuk ditambang. Hal ini karena berbagai faktor, termasuk tekanan tinggi di laut dalam dan kondisi geologis yang kompleks.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *