Home Finance China Tutup Ratusan Bank, Ada Apa?
Finance

China Tutup Ratusan Bank, Ada Apa?

Share
China Tutup Ratusan Bank, Ada Apa?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – China dilaporkan telah menutup hampir 25% banknya di tengah meningkatnya pengawasan terhadap bank-bank kecil. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu menutup lebih dari 670 bank sepanjang 2025, jumlah terbanyak yang pernah tercatat.

Mengutip PYMNTS, laporan dirilis Financial Times (FT) merujuk National Financial Regulatory Administration (NFRA) China, Sabtu. Penutupan tersebut sebagian besar terjadi di wilayah pedesaan.

Dengan demikian, jumlah entitas perbankan di China kini menjadi 3.139 bank, turun 23% dalam empat tahun hingga 2025. FT menambahkan bahwa suku bunga yang rendah dan deflasi di China telah menekan keuntungan perbankan, di tengah perlambatan yang masih berlangsung di sektor properti.

“Konsolidasi perbankan tersebut dilakukan untuk tujuan penyederhanaan regulasi serta menghilangkan potensi terjadinya masalah likuiditas di antara institusi-institusi kecil,” kata peneliti senior tamu di East Asian Institute, National University of Singapore, Jason Bedford, dikutip Senin (5/10/2026).

“Kami belum pernah melihat konsolidasi dalam skala sebesar ini sebelumnya,” ujarnya.

FT juga mengutip laporan lembaga pemeringkat Fitch yang menyebut bank-bank kecil di China, terutama yang beroperasi di kota-kota dan wilayah pedesaan, tetap menjadi bagian terlemah dari sistem perbankan. Disebut pula bagaimana bank-bank itu kualitas aset yang buruk, tingkat permodalan rendah, serta kelemahan tata kelola, terutama di wilayah yang kurang berkembang.

Laporan tersebut menambahkan bahwa bank pedesaan dan bank regional tingkat kota, yang umumnya dibedakan berdasarkan tingkat pemerintahan administratif yang menaunginya, menguasai lebih dari seperempat aset perbankan China. Meski bank-bank pedesaan mencakup hampir seluruh bank yang baru-baru ini ditutup, bank-bank tingkat kota juga mulai mendapat pengawasan yang lebih ketat.

Bank Kecil Jadi Fokus Pengawasan

Langkah penutupan dan konsolidasi tersebut menunjukkan upaya regulator China untuk memperkuat sistem perbankan, terutama dengan mengurangi jumlah lembaga keuangan kecil yang dianggap memiliki risiko lebih besar. Bank-bank kecil di wilayah pedesaan selama ini menghadapi tantangan berupa kualitas aset yang rendah, permodalan yang terbatas, serta tata kelola yang dinilai masih lemah.

Kondisi tersebut semakin tertekan oleh suku bunga rendah, deflasi, dan perlambatan sektor properti China, yang turut menggerus kemampuan bank dalam mencetak keuntungan.

Konsolidasi juga menjadi cara untuk mengurangi potensi gangguan likuiditas yang dapat muncul dari bank-bank kecil. Menurut Bedford, skala konsolidasi yang terjadi saat ini belum pernah terlihat sebelumnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *