Home Finance Daftar Negara Paling Doyan Judi Online, 1 dani 3 Warganya Main Judol
Finance

Daftar Negara Paling Doyan Judi Online, 1 dani 3 Warganya Main Judol

Share
Daftar Negara Paling Doyan Judi Online, 1 dani 3 Warganya Main Judol
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Kecanduan warga Afrika Selatan dan Norwegia terhadap situs judi online sangat tinggi.  Hampir satu dari tiga pengguna internet di Afrika Selatan dan Norwegia mengakses situs atau aplikasi judi online dalam sebulan terakhir.

Data dalam Digital 2026 Global Overview Report persentase yang dihimpun ini mencatat pengguna internet 16 tahun ke atas yang mengakses situs atau aplikasi judi online dalam sebulan terakhir pada kuartal II 2026.

Angka ini menempatkan keduanya di posisi teratas dari 48 pasar yang disurvei, bahkan melampaui negara-negara dengan industri perjudian besar seperti Amerika Serikat (AS). Berikut daftar lengkapnya:


Berdasarkan data di atas, tingkat partisipasi judi online sangat bervariasi antarnegara. Afrika Selatan mencatat 32,3%, disusul Norwegia 31,2% dan Yunani 25,8%. Artinya, hampir 1 dari 3 warga Afrika Selatan dan Norwegia suka bermain judi online (judol).

Sementara itu, AS berada di posisi ke-38 dengan 10,2%, sedangkan Korea Selatan menjadi yang terendah, yakni 2,7%.

Afrika Selatan dan Norwegia, mengapa partisipasinya tinggi?

Tingginya partisipasi di Afrika Selatan sejalan dengan perkembangan industri perjudian, terutama taruhan olahraga dan platform online.

Afrika Selatan melegalkan kasino pada 1996 dan memperkuat regulasi perjudian melalui National Gambling Act 2004. Aktivitas seperti taruhan olahraga dan pacuan kuda dapat beroperasi secara legal melalui operator berlisensi yang diawasi otoritas perjudian provinsi.

Sistem lisensi dan pengawasan ini memungkinkan aktivitas taruhan tercatat dalam data resmi National Gambling Board, termasuk nilai total uang yang dipertaruhkan.

Data National Gambling Board menunjukkan nilai taruhan di industri perjudian negara itu mencapai sekitar 1,14 triliun rand atau Rp1,24 kuadriliun (R1=Rp1.090) pada tahun fiskal 2023/24.

Pendapatan bruto perjudian mencapai 59,3 miliar rand, naik 25,7% dari tahun sebelumnya, dengan sektor taruhan menyumbang 60,5% dari total pendapatan bruto tersebut.


Norwegia menawarkan gambaran berbeda. Disana, aktivitas perjudian utama dikendalikan oleh Norsk Tipping dan Norsk Rikstoto, dua operator perjudian yang memiliki izin resmi.

Norsk Tipping menerapkan batas kerugian, yakni pembatasan jumlah uang yang boleh hilang saat berjudi, serta memantau pemain untuk mendeteksi perilaku perjudian berisiko.

Pemerintah Norwegia juga membatasi platform perjudian asing melalui pemblokiran pembayaran dan situs web, yang mulai diterapkan pada 2025. Meski regulasinya ketat, ini menunjukkan koeksistensi judi online di Norwegia yang tetap tinggi, mencapai 31,2%.

Angka berbeda di tiap kawasan, bagaimana dengan AS?

Tingkat partisipasi judi online juga memperlihatkan perbedaan besar di dalam kawasan yang sama. Di Afrika, angka Afrika Selatan mencapai lebih dari empat kali Maroko yang sebesar 7,3%. Ghana mencatat 21,5%, Nigeria 18,0%, dan Kenya 16,0%.

Di Eropa, Norwegia mencatat 31,2%, hampir tiga kali Belanda yang sebesar 10,9%. Sementara di Amerika Selatan, Brasil memimpin dengan 19,0%, diikuti Cile sebesar 16,6% dan Kolombia 13,8%. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa pola partisipasi tidak seragam, bahkan di antara negara-negara yang berada dalam satu kawasan geografis.

Amerika Serikat juga menjadi contoh bahwa partisipasi pengguna tidak selalu sejalan dengan ukuran industri. Dengan tingkat partisipasi 10,2%, AS berada di bawah Selandia Baru yang mencapai 24,0%, Inggris 19,6%, dan Australia 18,0%.

 

Namun, AS berada di posisi kedua dunia berdasarkan pendapatan pasar judi online pada 2021, di belakang Inggris.

Artinya, persentase pengguna yang berjudi online mengukur seberapa luas aktivitas itu tersebar, sedangkan pendapatan industri mencerminkan nilai ekonomi yang dihasilkan. Keduanya tidak bisa digunakan sebagai indikator yang saling menggantikan.

Perbedaan tingkat partisipasi antarnegara menunjukkan pentingnya membaca tren judi online bersama konteks regulasi dan perkembangan industrinya, sekaligus membedakan jumlah pengguna dari nilai uang yang berputar.

 

(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *