
Bogor, CNBC Indonesia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) khususnya di Regional 1 Sumatra mencatatkan angka produksi minyak hampir 200.000 barel per hari (bph). Hal itu membuat Sumatra menjadi salah satu produsen migas Pertamina dengan kontribusi yang mencapai sepertiga dari total produksi nasional.
Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menjelaskan di wilayah Sumatra sendiri terbagi menjadi tiga zona pengelolaan. Ia mengungkapkan bahwa besarnya volume produksi tersebut menjadikan setiap hambatan operasional di lapangan sangat berpengaruh pada stabilitas stok minyak mentah dalam negeri.
“Alhamdulillah kalau kita bicara kinerja ya di seluruh Sumatra regional satu Sumatra itu produksi kita minyaknya hampir 200.000 ya, 199 poin sekian ribu barrel oil per day dan ini cukup signifikan begitu ya sekitar 33% dari produksi nasional begitu ya dan kalau ada gangguan sedikit ya seperti saat ini itu langsung terasa nge-hit gitu,” katanya di sela acara Media Gathering PHR, Sentul, Bogor, dikutip Jumat (31/7/2026).
Wilayah kerja Regional 1 Sumatra sendiri mencakup Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Sumatera Selatan yang dibagi menjadi tiga zona utama. Selain minyak bumi, wilayah tersebut juga menjadi urat nadi perekonomian daerah melalui produksi gas bumi yang mencapai kisaran 700 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
“Jadi Bapak Ibu sekalian itu sekilas tentang Sumatera ya produksi gas kami juga alhamdulillah cukup banyak ya 700-an mmscfd gitu dan ini juga menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sumatera begitu ya,” paparnya.
Guna mempertahankan level produksi tersebut, PHR terus berupaya dalam melawan penurunan produksi alamiah setiap tahunnya. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengeboran sumur baru secara masif di berbagai zona, terutama di wilayah Rokan yang merupakan penghasil minyak terbesar di Sumatra.
“Di zona Rokan tadi di PHR zona Rokan kita ngebor setahun bisa hampir 500 sumur gitu ya. Di zona empat kita ngebor hampir 100 sumur ya. Di zona satu berapa puluh 40 atau 50 sumur. Jadi kalau kita bicara seluruh Indonesia bahkan ya dengan K3S lain di Sumatera itu adalah pengeboran yang paling banyak,” jelasnya.
Dengan begitu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan SKK Migas untuk mempercepat transisi dari fase eksplorasi ke fase produksi. Hal itu dilakukan demi memenuhi target produksi migas nasional.
(pgr/pgr)
Leave a comment