Home Finance Data Center Diserang Habis-Habisan, Negara Ini Terancam Lumpuh
Finance

Data Center Diserang Habis-Habisan, Negara Ini Terancam Lumpuh

Share
Data Center Diserang Habis-Habisan, Negara Ini Terancam Lumpuh
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina memanas. Pasukan Rusia dikabarkan melancarkan serangan masif secara bertubi-tubi yang menyasar langsung pusat infrastruktur komunikasi vital serta pusat data (data center) utama di Ukraina.

Serangan terbaru pada Minggu (27/9) waktu setempat menghantam kantor pusat Kyivstar, operator seluler terbesar di Ukraina, yang berlokasi di ibu kota Kyiv.

Mengutip dari Reuters, Senin (28/9/2026), pihak manajemen Kyivstar telah mengonfirmasi bahwa gedung kantor pusat mereka menjadi sasaran hantaman rudal. Kendati demikian, perusahaan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia turut mengklaim keberhasilan mereka dalam melancarkan serangan terpisah terhadap fasilitas pusat data milik Vodafone Ukraine, yang merupakan operator seluler terbesar kedua di negara tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Vodafone Ukraine masih belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Ancaman Lumpuhnya Arus Informasi dan Keselamatan Warga

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan bahwa sebuah pusat data penting di Kyiv bahkan dihantam dua kali secara berturut-turut oleh militer Rusia pada Minggu pagi. Rentetan serangan brutal ini dilaporkan tidak hanya merusak infrastruktur digital, tetapi juga memakan korban jiwa dari warga sipil, termasuk melukai dua orang anak dan seorang dewasa.

Catatan militer menunjukkan bahwa Rusia memang secara sistematis mengintensifkan serangan terhadap pusat-pusat data milik berbagai penyedia layanan internet di Ukraina dalam sepekan terakhir.

Kementerian Transformasi Digital Ukraina menyatakan bahwa gelombang serangan siber dan fisik ini telah memicu gangguan layanan telekomunikasi parah, yang berdampak langsung terhadap sekitar 100.000 rumah tangga di wilayah Kyiv dan sekitarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam keras aksi militer Moskow yang sengaja memadamkan nadi informasi digital negara tersebut.

“Rusia telah menargetkan pusat data utama Ukraina, berupaya mengganggu arus informasi. Peringatan cepat mengenai ancaman rudal dan drone sangat penting, peringatan tersebut menyelamatkan nyawa,” tegas Sybiha melalui akun resminya di platform X (sebelumnya Twitter).

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *