
Jakarta, CNBC Indonesia – Nama legenda sepak bola Inggris, David Beckham, mulai mencuat sebagai kandidat potensial untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.
Sejumlah pihak di lingkungan federasi sepak bola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dikabarkan mempertimbangkan Beckham sebagai sosok alternatif untuk memimpin badan sepak bola dunia tersebut.
Mengutip laporan beIN SPORTS pada 17 Oktober 2026, wacana ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpuasan sejumlah federasi terhadap kepemimpinan Infantino. Mereka disebut tengah mencari figur yang memiliki pengaruh internasional, kemampuan membangun koalisi, serta komitmen terhadap transparansi dan reformasi tata kelola sepak bola.
Beckham dinilai memiliki sejumlah modal untuk masuk dalam pertimbangan tersebut. Selain dikenal luas sebagai mantan pemain Manchester United dan Real Madrid, ia juga merupakan salah satu pemilik Inter Miami, klub Major League Soccer (MLS) yang semakin mendapat perhatian dunia setelah mendatangkan Lionel Messi.
Pengaruh Beckham di pasar Amerika Serikat dan jaringan luasnya dalam sepak bola internasional dinilai berpotensi membantu UEFA membangun dukungan lintas konfederasi, termasuk dari CONCACAF.
Ketegangan dengan Infantino Memanas
Munculnya nama Beckham tidak terlepas dari dinamika internal FIFA menjelang pemilihan presiden pada Maret 2027. Sejumlah pihak dikabarkan mempertanyakan cara Infantino mengelola hak komersial dan hak siar Piala Dunia, termasuk minimnya konsultasi dalam pengambilan keputusan strategis.
Ketegangan semakin terlihat setelah rencana FIFA Forward Enterprise, yang melibatkan penjualan sebagian kepemilikan perusahaan komersial FIFA kepada investor swasta, menuai kritik dan akhirnya dibatalkan pada Juli 2026.
Dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich pada Oktober 2026, Infantino menyampaikan permintaan maaf terkait persoalan komunikasi dan konsultasi. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik dari sejumlah pejabat sepak bola Eropa yang menginginkan perubahan dalam tata kelola organisasi.
Di tengah situasi tersebut, UEFA berupaya mencari kandidat yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu menyatukan dukungan dari berbagai konfederasi sepak bola.
Beckham Punya Popularitas, tetapi Belum Memastikan Pencalonan
Meski memiliki reputasi global, peluang Beckham untuk menjadi Presiden FIFA masih sebatas spekulasi. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi bahwa mantan kapten tim nasional Inggris itu berniat maju dalam pemilihan maupun telah membentuk tim kampanye.
Hubungannya dengan Infantino juga menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian. Beckham selama ini diketahui memiliki hubungan cukup dekat dengan Presiden FIFA tersebut dan pernah terlibat dalam sejumlah acara serta kampanye resmi organisasi.
Karena itu, popularitas dan jaringan internasional Beckham belum tentu cukup untuk menjadikannya penantang serius. Ia tetap harus memenuhi persyaratan pencalonan FIFA dan memperoleh dukungan politik dari federasi-federasi anggota.
Pemilihan Presiden FIFA Digelar Maret 2027
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Berdasarkan jadwal yang dilaporkan, batas akhir pengajuan kandidat adalah 18 November 2026.
Setiap calon juga harus mendapatkan nominasi dari sedikitnya lima asosiasi anggota FIFA. Dengan jumlah 211 anggota yang memiliki hak suara, dukungan dari Eropa saja tidak cukup untuk memastikan kemenangan.
Infantino sendiri masih berupaya mempertahankan posisinya untuk periode berikutnya. Sementara itu, pihak-pihak yang menginginkan perubahan harus menyatukan dukungan dan menemukan kandidat yang mampu menandingi pengaruh petahana.
Nama Beckham kini menjadi salah satu opsi yang menarik perhatian publik. Namun, pertanyaan utamanya masih sama: apakah ia benar-benar bersedia maju, dan mampukah para pengkritik Infantino membangun dukungan yang cukup untuk menghadirkan pemimpin baru bagi sepak bola dunia?
(hsy/hsy)
Leave a comment