Home Finance Defisit Dagang AS Meledak, Terburuk 16 Bulan: Tetangga RI Biang Kerok
Finance

Defisit Dagang AS Meledak, Terburuk 16 Bulan: Tetangga RI Biang Kerok

Share
Defisit Dagang AS Meledak, Terburuk 16 Bulan: Tetangga RI Biang Kerok
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) kembali melebar pada Juli 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Biro Analisis Ekonomi (BEA) dan Biro Sensus AS, defisit perdagangan barang dan jasa AS mencapai US$88,6 miliar atau setara Rp1.562,9 triliun (asumsi kurs Rp17.640/US$).

Defisit tersebut melonjak 24,4% dibandingkan Juni 2026 yang sebesar US$71,2 miliar. Posisi ini sekaligus menjadi defisit perdagangan terbesar AS sejak Maret 2025 atau 16 bulan terakhir.

Sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan paket tarif impor pada 2 April 2025 atau yang Trump sebut sebagai “Liberation Day“.

Pelebaran terjadi ketika ekspor AS turun 2,1% menjadi US$310,7 miliar. Sebaliknya, impor meningkat 2,8% menjadi US$399,3 miliar.

Walau demikian, defisit perdagangan AS pada Juli masih sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar yang mencapai US$90 miliar.


Defisit Perdagangan Barang Membengkak, Jasa Masih Konsisten Surplus

Jika dilihat berdasarkan komponennya, tekanan terbesar pada neraca perdagangan AS berasal dari perdagangan barang.

Defisit perdagangan barang meningkat US$17,6 miliar menjadi US$119,6 miliar pada Juli 2026. Sementara itu, perdagangan jasa masih mencatat surplus sebesar US$31 miliar, naik tipis US$0,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Surplus jasa tersebut menjadi penahan sehingga total defisit perdagangan barang dan jasa AS berada di level US$88,6 miliar, lebih rendah dibandingkan defisit barangnya.

Setelah pengaruh perubahan harga dikeluarkan, defisit perdagangan barang AS tetap meningkat 12,7% menjadi US$106,4 miliar. Hal ini menunjukkan pelebaran defisit tidak semata-mata terjadi karena perubahan harga, tetapi juga dipengaruhi oleh volume barang yang diperdagangkan.


Impor Komputer dan Chip Melonjak

Kenaikan impor AS di Juli terutama diakibatkan dari perdagangan barang.

Impor barang tercatat mengalami kenaikan sampai US$11,4 miliar menjadi US$320,6 miliar. Sebaliknya, impor jasa turun US$600 juta menjadi US$78,7 miliar.

Pendorong terbesar berasal dari barang modal. Impor kelompok tersebut bertambah US$14,4 miliar hingga menyentuh rekor US$140,3 miliar.

Impor komputer saja meningkat US$6,9 miliar. Pembelian aksesori komputer dari luar negeri bertambah US$6,6 miliar, sedangkan impor semikonduktor naik US$1,2 miliar.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS masih meningkatkan pembelian perangkat teknologi dan mesin dari luar negeri. Kenaikan tersebut kemungkinan berkaitan dengan besarnya investasi pusat data dan pengembangan kecerdasan buatan atau AI di AS.

Kenaikan impor kali ini tidak hanya didorong barang konsumsi. Sebagian besar justru merupakan barang modal yang digunakan perusahaan untuk memperbesar kapasitas usaha dan investasi teknologi.

Meski demikian, tidak seluruh kelompok impor meningkat. Impor bahan baku dan material industri turun US$1,8 miliar, terutama karena impor minyak mentah berkurang dengan nilai yang sama.

Impor jasa juga melemah, dipicu penurunan pembayaran atas penggunaan kekayaan intelektual sebesar US$0,5 miliar dan jasa transportasi US$0,3 miliar. Penurunan tersebut sedikit tertahan oleh kenaikan belanja perjalanan sebesar US$0,2 miliar.

Ekspor Tertekan Minyak dan Emas

Ketika impor meningkat, ekspor AS justru turun US$6,6 miliar menjadi US$310,7 miliar.

Ekspor barang melemah US$6,2 miliar menjadi US$201 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan baku dan material industri yang merosot US$8,7 miliar.

Ekspor minyak mentah turun US$4,5 miliar, sedangkan pengiriman emas nonmoneter berkurang US$3,9 miliar.

Di tengah penurunan tersebut, beberapa kelompok ekspor masih mencatat kenaikan. Ekspor barang modal bertambah US$1,9 miliar, sementara ekspor barang konsumsi naik US$1,7 miliar.

Dari kelompok barang konsumsi, ekspor produk farmasi meningkat US$1 miliar. Kenaikan tersebut membantu menahan penurunan ekspor barang AS agar tidak semakin dalam.

Ekspor jasa juga turun, meski relatif terbatas. Nilainya berkurang US$0,4 miliar menjadi US$109,7 miliar.

Penurunan terjadi pada jasa perjalanan sebesar US$0,6 miliar, jasa keuangan US$0,3 miliar, dan transportasi US$0,2 miliar. Sebagian penurunan tertahan oleh kenaikan pendapatan dari penggunaan kekayaan intelektual dan jasa bisnis lainnya.

Vietnam Jadi Penyumbang Defisit Barang Terbesar AS

China bukan lagi menjadi negara penyumbang defisit perdagangan barang terbesar bagi AS.

Berdasarkan data BEA sepanjang kuartal II-2026, defisit perdagangan barang terbesar AS justru berasal dari Vietnam. Nilainya mencapai US$61,44 miliar, naik 12,8% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$54,47 miliar.

Dibandingkan kuartal II-2025, defisit barang AS dengan Vietnam bahkan melonjak 38,3% dari sebelumnya US$44,42 miliar.

Meksiko menempati urutan kedua dengan defisit sebesar US$56,64 miliar. Angka tersebut naik 20% dibandingkan kuartal I-2026 dan meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Taiwan berada di posisi ketiga dengan defisit US$53,56 miliar. Meski turun 10,2% dibandingkan kuartal sebelumnya, defisit AS dengan Taiwan masih melonjak 58,4% secara tahunan.

Sementara itu, China hanya berada di urutan keempat dengan defisit sebesar US$41,58 miliar. Nilainya naik tipis 4,6% secara kuartalan, tetapi relatif tidak berubah dibandingkan kuartal II-2025 yang sebesar US$41,61 miliar.


Perubahan itu cukup memperlihatkan sumber defisit perdagangan barang AS kini tidak lagi terpusat pada China.

Defisit dengan Vietnam, Meksiko, dan Taiwan justru tercatat lebih besar pada kuartal II-2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa berkurangnya dominasi China belum otomatis memperkecil ketergantungan AS terhadap barang impor. Sumber impornya kini semakin tersebar ke sejumlah negara lain

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *