Home Finance Desain Baru Harga Rp 28 Juta, Worth It?
Finance

Desain Baru Harga Rp 28 Juta, Worth It?

Share
Desain Baru Harga Rp 28 Juta, Worth It?
Share



Highlight:

  • Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain ala paspor, memiliki aspek rasio 4:3 saat dibuka.
  • Baterainya lebih jumbo dengan kapasitas 4.800mAh, tetapi bobot tetap ringan dan tipis berkat teknologi silikon-karbon terbaru.
  • Kameranya mengandalkan konfigurasi ganda, dengan peningkatan pada lensa ultrawide 50MP.
  • Kelemahannya, Samsung Galaxy Z Fold8 tidak memiliki lensa telephoto, tetapi masih mengakomodir kemampuan Portrait dengan efek bokeh.
  • Ada beberapa fitur baru yang menunjang pembuatan konten, seperti ‘Dual-Screen Capture’ dan ‘My FanCam’.
  • Harganya dibanderol mulai Rp28,5 juta di Indonesia.

Jakarta, CNBC Indonesia – Industri HP lipat (foldable) resmi memasuki era baru. Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, merombak total desain Galaxy Z Fold8 dengan bodi yang lebih lebar dan memendek, menghasilkan proporsi layar unik ala paspor.

Langkah berani ini menjadi ‘angin segar’ sekaligus titik balik bagi segmen foldable yang selama bertahun-tahun terpaku pada desain book-style konvensional dan clamshell.

Konsumen pun merespons positif. Samsung mencatat angka pemesanan (pre-order) Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra melonjak hingga 30% dibandingkan Galaxy Z Fold7. Bahkan, total pre-order untuk keseluruhan trio HP lipat teranyar Samsung berhasil tembus 1,44 juta unit, mengalahkan rekor pre-order Galaxy Note 10 pada 2019 lalu sebanyak 1,38 juta unit.

Pencapaian ini makin istimewa, mengingat industri HP secara keseluruhan sedang tertekan krisis kelangkaan chip memori global yang menyebabkan harga komponen naik gila-gilaan. Para vendor, termasuk Samsung, mau tak mau harus menaikkan harga jual produk.

Dengan harga lebih mahal, apakah ‘pesona’ Galaxy Z Fold8 hanya terpaut pada form factor baru? Bagaimana dengan ketahanan fisik, kinerja baterai, serta aspek-aspek penting lainnya? Simak review lengkap CNBC Indonesia sampai habis, ya!

Apa kelebihan desain baru Galaxy Z Fold8?

Galaxy Z Fold8 menggunakan desain baru dengan aspek rasio 4:3 ala paspor. Layar cover 5,5 inci, layar dalam 7,6 inci, dan bobotnya hanya 201 gram. Lapisan ganda titanium dan bodi aluminium membuatnya makin tahan banting.

Perubahan ini memberikan pengalaman yang makin optimal untuk menikmati berbagai media visual, mulai dari menonton film dan serial TV, bermain game, hingga membaca e-book maupun komik digital.

Cover screen berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 terasa pas di genggaman, sangat ideal untuk navigasi cepat antaraplikasi hingga scrolling media sosial. Kehadirannya menjadi solusi bagi pengguna yang merasa cover screen seri Flip terlalu kecil, tetapi enggan memboyong seri Fold Ultra yang dinilai terlampau besar.




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Saat butuh tampilan yang lebih luas, pengguna cukup membuka perangkat untuk mengakses layar utama 7,6 inci berasio 4:3. Layar lega ini tak hanya memberikan sensasi membaca e-book ala buku fisik atau menonton tayangan favorit dengan lebih ‘khusyuk’ dalam mode potret maupun lanskap, tetapi juga mengakomodir produktivitas lewat fitur split screen yang mampu menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus.




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sektor visualnya makin tangguh dengan tingkat kecerahan maksimum mencapai 3.000 nits dan lapisan anti-refleksi pada layar utama. Kombinasi ini memastikan konten tetap terlihat jelas dan nyaman dinikmati meski di bawah terik sinar matahari (outdoor).

Menjawab kekhawatiran soal daya tahan HP lipat, Samsung membekali Galaxy Z Fold8 dengan proteksi ekstra. Panel layarnya diperkuat lapisan ganda titanium pada komponen penyerap guncangan. Sementara itu, bagian bodi dibalut material Armor Aluminium dan dilindungi Corning Gorilla Glass untuk meminimalisasi risiko kerusakan akibat benturan tak disengaja.




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pengalaman buka-tutup layar kini juga terasa lebih mulus dan kokoh berkat sistem magnet baru dan celah bezel dalam yang dirancang lebih lebar. Desain ini efektif menyamarkan bekas lipatan (crease) pada layar utama.

Menariknya lagi, kombinasi bobot ringan dan form factor yang ringkas membuat aktivitas vlogging hingga selfie dengan kamera utama jadi lebih praktis. Cukup aktifkan kamera, tekan ikon di sudut kanan atas, lalu manfaatkan lipatan bodi ponsel sebagai tripod alami untuk mengambil gambar.




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sebelum masuk lebih jauh ke aspek fotografi, baca dulu pembahasan kinerja Galaxy Z Fold8 berdasarkan pengalaman CNBC Indonesia menjajal HP ini selama kurang lebih 2 minggu!

Bagaimana daya tahan baterai dan performanya?

Baterai Galaxy Z Fold8 membesar dari 4.400 mAh menjadi 4.800 mAh, teruji awet hingga 20 jam pemakaian harian. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 membuatnya kencang sekaligus hemat daya.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy adalah chipset custom tercepat untuk lini flagship Android saat ini. Integrasi komponen CPU, GPU, hingga NPU di dalamnya menyuguhkan pemrosesan grafis superior sekaligus efisiensi daya maksimal untuk mengeksekusi berbagai fitur Galaxy AI secara on-device.

Samsung mengklaim chipset anyar ini membawa lompatan performa NPU sebesar 21%, GPU 15%, dan CPU 16% dibanding generasi terdahulu. Kinerja chipset yang makin efisien tersebut dikawinkan dengan baterai berkapasitas jumbo 4.800 mAh, meningkat dari 4.400 mAh pada Galaxy Z Fold7.

Satu hal yang menarik, peningkatan kapasitas baterai ini tidak membuat bodi perangkat jadi gemuk. Berkat inovasi baterai silikon-karbon terbaru, Galaxy Z Fold8 bisa tetap ramping dan ringan.




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Di atas kertas, Samsung mencatat daya tahan baterai Galaxy Z Fold8 mampu menembus 26 jam untuk video playback, melompati catatan 24 jam pada model pendahulunya.

Berdasarkan pengujian benchmark independen lewat Geekbench 6, unit Galaxy Z Fold8 yang kami uji sanggup mencetak skor single-core sebesar 3.573 dan multi-core menyentuh 10.392. Kinerja komputasi ini kurang lebih berada di kisaran yang setara dengan seri flagship Galaxy S26.




Hasil test benchmark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil test benchmark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Uji ketahanan baterai melalui PCMark juga memberikan hasil mumpuni. Baterai Galaxy Z Fold8 mencatatkan durasi pemakaian hingga 20 jam 6 menit untuk mensimulasikan beragam aktivitas harian, mulai dari browsing internet, mengetik dokumen, hingga mengedit foto dan video.




Hasil test PCMark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil test PCMark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil test PCMark dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Sektor manajemen suhu juga patut diacungi jempol. Pantauan kami melalui aplikasi Thermal Monitor, temperatur Galaxy Z Fold8 tergolong stabil di rentang 27-33 derajat Celcius untuk pemakaian normal. Bahkan, suhu tetap terjaga dalam batas aman saat digembleng bermain game Genshin Impact selama 2 jam nonstop hampir setiap hari.




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sepanjang pengujian intensif kurang dari sebulan, Galaxy Z Fold8 sukses melibas seluruh aktivitas harian tanpa hambatan, termasuk saat mengeksekusi fitur-fitur pemrosesan Galaxy AI. Navigasi dan perpindahan antaraplikasi terasa smooth tanpa gejala lag.

Konsumsi baterai cukup awet untuk pemakaian standar. Pengisian ulang baterai pun terbilang cepat, hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk mengisi daya dari 15%-25% hingga terisi penuh.

Kendati demikian, konsistensi performa ini tentu masih harus diuji kembali untuk penggunaan jangka panjang, terutama saat ruang RAM mulai bekerja ekstra memroses beban file yang terus menumpuk seiring rutinnya pembaruan software.

Galaxy Z Fold8 memakai kamera ganda (dual camera) 50 MP (wide) + 50 MP (ultrawide). Lensa sudut lebar ditingkatkan drastis, tetapi lensa telephoto dihilangkan demi desain yang lebih ringkas. Kamera ultrawide naik dari 12 MP menjadi 50 MP, hasil foto sudut lebar jauh lebih tajam. Zoom mengandalkan pemrosesan digital hingga 10x. Terdapat fitur baru Dual-Screen Capture dan My FanCam berbasis AI.

Di atas kertas, spesifikasi ini memang tampak mengalami penurunan ketimbang pendahulunya, Galaxy Z Fold7. Seri sebelumnya dibekali konfigurasi tiga kamera (triple-camera) yang terdiri dari sensor utama 200 MP (wide), 12 MP (ultrawide), dan 10 MP (telephoto dengan optical zoom 3x) serta kemampuan digital zoom hingga 30x.

Meski begitu, peningkatan drastis pada Galaxy Z Fold8 justru terletak di sektor kamera ultrawide yang kini melonjak ke resolusi 50 MP dari sebelumnya cuma 12 MP. Langkah ini membuat hasil jepretan sudut lebar memiliki kualitas dan ketajaman yang kian setara dengan kamera utama, termasuk saat mengambil foto pada kondisi minim cahaya (low-light). Bagi para content creator maupun vlogger, lensa ultrawide ini tentu menjadi andalan utama untuk menangkap momen dengan cakupan yang lebih luas.

Ketiadaan lensa telephoto memang patut disayangkan. Namun, hal ini tampaknya menjadi kompensasi desain (trade-off) demi mewujudkan form factor baru yang mengedepankan bobot super ringan, kepraktisan, serta estetika yang lebih modern.

Absennya modul telephoto tersebut sejatinya masih sanggup diimbangi oleh optimalisasi software yang mampu menghasilkan efek bokeh cukup rapi pada mode Portrait. Kendati efek blur beberapa kali masih tampak kurang alami saat memotret di malam hari dengan komposisi foreground atau background yang rumit, performanya secara umum sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Berikut beberapa hasil jepretan kamera Galaxy Z Fold8 dalam mode wide, ultrawide, hingga Portrait, baik di tempat terang maupun pada malam hari:




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)




Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Hasil foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Aktivitas memproduksi konten beramai-ramai bersama teman juga kian menyenangkan berkat fitur ‘Dual-Screen Capture’ terbaru. Fitur ini menyulap pengoperasian kamera serasa kamera digital profesional, di mana subjek foto dapat langsung melihat preview dirinya secara real-time melalui cover screen. Hasilnya, foto maupun video bisa langsung diunggah ke media sosial tanpa perlu pengeditan rumit.

Tampilan ‘Dual-Screen Capture’ ini pun dibuat sangat fleksibel melalui berbagai opsi opsi visual, mulai dari split screen orientasi potret (kiri-kanan), lanskap (atas-bawah), hingga komposisi layar utama berukuran besar dengan antarmuka kamera selfie melayang (floating).




Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Samsung turut memperkenalkan fitur baru berbasis Galaxy AI bernama ‘My FanCam’. Fitur pengeditan pintar ini dapat mendeteksi subjek dalam video grup secara otomatis, mengunci fokus pada individu terpilih, lalu secara presisi memotong (crop) rasio video ke format vertikal yang siap dibagikan ke media sosial. Berikut contohnya:




Fitur FanCam Samsung Galaxy Z Fold8Samsung Galaxy Z Fold8 Foto: Kartini Bohang




Hasil FanCam Galaxy Z Fold8Hasil Fitur FanCam Galaxy Z Fold8 Foto: Kartini Bohang

Catatan: potongan video diubah ke format GIF, tidak mencerminkan kualitas video asli dari kamera Galaxy Z Fold8

Di samping dua fitur baru tersebut, Galaxy Z Fold8 tetap mempertahankan sederet fitur kamera andalan untuk mengeksplorasi kreativitas. Salah satu yang jadi andalan kami adalah mode ‘Pro’, yang memberi kebebasan pengguna mengatur white balance, ISO, shutter speed, hingga penguncian fokus secara manual guna menghasilkan karakter foto yang khas.

Karakter warna (tone) dari foto yang dihasilkan bahkan dapat disimpan menjadi filter kustom untuk diterapkan ke foto-foto lain di dalam galeri, lengkap dengan pengaturan tingkat kontras dan warna secara detail.




Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Untuk foto bernuansa Portrait, pengguna masih bisa melakukan pengeditan lanjutan secara langsung dari aplikasi galeri, seperti menyesuaikan intensitas efek blur, menentukan titik fokus warna (color point), hingga mengubah suasana (mood) menjadi mode studio, high-key mono, atau low-key mono.




Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Fitur ‘AI Eraser’ juga kembali diandalkan untuk menyapu objek-objek pengganggu di latar belakang. Pada pembaruan kali ini, kecerdasan buatan Samsung makin piawai menghapus objek pengganggu di area background blur dengan hasil yang sangat rapi dan natural.




Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang) Foto: Proses editing foto dari Samsung Galaxy Z Fold8. (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Apakah Galaxy Z Fold8 layak dibeli?

Galaxy Z Fold8 layak dibeli jika Anda mengutamakan kenyamanan genggaman dan baterai awet. Jika Anda butuh zoom optik, pertimbangkan seri lain atau generasi berikutnya.

Peningkatan desain, bobot, dan baterai sangat terasa. Harga mulai Rp 28.499.000 (256 GB) hingga Rp 40.499.000 (1 TB).

Daya tarik utama Samsung Galaxy Z Fold8 memang terletak dari form-factor yang benar-benar baru, mengusung desain serupa paspor. Bukan cuma tampak ‘fresh’, layar dengan aspek rasio 4:3 saat dibuka penuh ternyata memberikan pengalaman visual yang lebih mumpuni.

Menonton video terasa lebih lega karena bidang lebarnya benar-benar mirip dengan tablet. Saat membaca e-book atau komik digital, layar 4:3 juga memungkinkan pengalaman serupa rasio buku fisik. 

Bisa dibilang, Galaxy Z Fold8 hadir sebagai penengah Galaxy Z Flip8 dan Fold8 Ultra. Tampilannya lebih ‘muda’ dan kekinian mirip Flip8, tetapi cover screen-nya lebih lega dan menyerempet ke fungsi layar penuh seperti Fold8 Ultra. Bobot ringan dan desain tipis juga membuat HP ini sangat fleksibel dibawa ke mana-mana, mudah diletakkan ke kantong celana maupun tas berukuran kecil. 

Kinerjanya juga garang, setidaknya berdasarkan pengalaman kami selama dua minggu menjajal ponsel ini. Daya tahan baterai cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari, multi-tasking tak ada kendala, main game berat juga andal dan tak mudah panas. 

Namun, tak bisa dimungkiri, spesifikasi kamera Galaxy Z Fold8 memang memiliki kekurangan karena absennya sensor telephoto. Bagi konsumen yang suka berburu ‘beauty shots’, kemungkinan ketiadaan telephoto ini menjadi deal-breaker. Namun, bagi konsumen yang lebih sering vlogging, selfie, dan mengambil foto pemandangan, kualitas foto Galaxy Z Fold8 dengan beragam fitur pendukungnya sudah lebih dari cukup.

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Z Fold8





















Prosesor / CPU • Kecepatan CPU: 4,74 GHz, 3,6 GHz
• Tipe CPU: Octa-Core (8-Core)
Layar Utama (Foldable) • Ukuran: 193,2 mm (7,6 inci persegi panjang utuh) / 192,5 mm (7,6 inci sudut melengkung)
• Resolusi: 1848 x 2448 (QXGA+)
• Teknologi: Dynamic AMOLED 2X
• Kedalaman Warna: 16 Juta Warna
Layar Cover (Sub Display) • Ukuran: 138,4 mm (5,5 inci persegi panjang utuh) / 137,5 mm (5,4 inci sudut melengkung)
• Resolusi: 1972 x 1248 (WUXGA+)
• Teknologi: Dynamic AMOLED 2X
• Kedalaman Warna: 16 Juta Warna
Kamera Belakang • Resolusi: 50,0 MP + 50,0 MP
• Bukaan (F Number): F1.8 , F1.9
• Fitur Utama: Auto Focus, OIS, Flash
• Zoom: Zoom Kualitas Optik 2x (via sensor Adaptive Pixel), Zoom Digital hingga 10x
Kamera Layar Utama • Resolusi: 10,0 MP
• Bukaan (F Number): F2.2
• Auto Focus: Tidak Ada
Kamera Cover • Resolusi: 10,0 MP
• Bukaan (F Number): F2.2
• Auto Focus: Tidak Ada
Perekaman Video • Resolusi Rekam: UHD 8K (7680 x 4320) @30fps
• Slow Motion: 240fps @FHD, 120fps @FHD, 120fps @UHD
Memori & Penyimpanan • RAM: 12 GB
• Penyimpanan Internal: 256 GB
• Penyimpanan Tersedia: 223,6 GB
Jaringan / SIM • Jumlah SIM: Dual-SIM
• Ukuran/Tipe Slot: Nano-SIM (4FF), Embedded-SIM (SIM 1 + eSIM / Dual eSIM)
• Jaringan: 2G GSM, 3G WCDMA, 4G LTE (FDD & TDD), 5G Sub6 (FDD & TDD)
Konektivitas • Antarmuka USB: USB Type-C (USB 3.2 Gen 1)
• Wi-Fi: 802.11a/b/g/n/ac/ax/be (2,4GHz + 5GHz + 6GHz), EHT320, MIMO, 4096-QAM, Wi-Fi Direct
• Bluetooth: Versi 6.0
• NFC: Ya
• UWB (Ultra-Wideband): Ya
• Lokasi (GPS): GPS, Glonass, Beidou, Galileo, QZSS
• MHL & Earjack: Tidak ada MHL, audio lewat USB Type-C
Sistem Operasi Android
Desain & Dimensi • Bentuk: Folder (Lipat)
• Ukuran Terbuka (P x L x T): 123,9 x 161,4 x 4,5 mm
• Ukuran Terlipat (P x L x T): 123,9 x 81,9 x 9,7 mm
• Bobot: 201 gram
Baterai • Kapasitas: 4.800 mAh (Typical)
• Waktu Putar Video: Hingga 26 jam (Nirkabel)
Sensor Akselerometer, Barometer, Sensor Sidik Jari, Gyro, Geomagnetik, Hall, Sensor Cahaya, Sensor Jarak (Proximity)
Audio & Video • Speaker: Stereo Support
• Format Putar Video: MP4, M4V, 3GP, 3G2, AVI, FLV, MKV, WEBM (Resolusi hingga UHD 8K @60fps)
• Format Putar Audio: MP3, M4A, 3GA, AAC, OGG, OGA, WAV, AMR, AWB, FLAC, MID, MIDI, XMF, MXMF, IMY, RTTTL, RTX, OTA, DFF, DSF, APE
Layanan & Aplikasi • Dukungan Perangkat: Galaxy Ring, Galaxy Buds Series, Galaxy Watch Series, Galaxy Fit Series
• Samsung DeX: Ya
• Alat Bantu Dengar: Dukungan ASHA (Android Audio Streaming for Hearing Aid)
• SmartThings: Ya
Dukungan Perangkat Lunak Pembaruan Keamanan: Hingga 31 Juli 2033
Harga 12/256GB – Rp28.499.000 
12/512GB – Rp32.499.000 
16GB/1TB – Rp40.499.000 

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *