
Jakarta, CNBC Indonesia-Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan nasib ratusan pejabat yang sudah dilantik Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat Menteri Keuangan.
Menurut Bimo, daftar pejabat yang dilantik khususnya di Direktorat Jenderal Pajak akan dicek ulang terkait kapabilitas dan kelayakan. Jika tidak memenuhi, maka akan dibatalkan.
“Yang nggak memenuhi syarat tadi dibatalkan, yang lain-lain tetap,” kata Bimo di kantornya, Rabu (16/9/2026)
Pembatalan tersebut akan berujung pada pengembalian jabatan sebelum dilantik Purbaya.
“Iya (kembali ke posisi awal),” tegasnya.
Menurut Bimo, keputusan Purbaya melakukan mutasi besar-besaran membuat kegaduhan internal. Salah satunya karena ada beberapa nama ajaib.
Bimo bersama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama kemudian mengusulkan kepada Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara agar mutasi besar-besaran itu dibatalkan.
“Itu kan usulan kita, rotasi, cuma memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan,” paparnya.
Mutasi tersebut terjadi pada 10 September 2026, beberapa hari sebelum jabatan Purbaya dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto. Jumlah pejabat yang dimutasi mencapai ratusan orang.
“Karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang sudah ikut susah payah, ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management,” kata Bimo.
(mij/mij)
Leave a comment