Home Finance Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini
Finance

Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini

Share
Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus Berani Lakukan Ini
Share

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah upaya pemerintah RI mendorong pengembangan ekosistem kendaran listrik berbasis nikel,mayoritas electric vehicle (EV) yang masuk ke Indonesia yang umumnya dating dari China menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) bukan NMC (Nickel Manganese Cobalt Oxide)

Komisaris Independen PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Agus Tjahajana Wirakusumah memandang upaya RI mengembangkan NMC bisa menjadi keunggulan EV local dalam bersaing di pasar EV. Dimana keunggulan “energy density” pada NMC terkait ‘charging time” bisa memperkuat daya saing RI dalam produksi EV.

Meski demikian RI masih menghadapi tantangan terkait riset dan pengembangan teknologi EV, oleh karena itu dalam memanfaatkan potensi pasar EV Indonesia hingga diperluas ke ASEAN diperlukan penguatan ekosistem EV termasuk industri komponen untuk bersaing dengan Vietnam

Seperti apa potensi dan tantangan RI kuasai industri EV lokal? selengkapnya simak ulasan Shafinaz Nachiar dengan Komisaris IndependenPT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Agus Tjahajana Wirakusumah dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Jum’at, 14/09/2026)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *